alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tekan Jumlah Kasus KDRT, DPRD Makassar Gagas Sekolah Ibu

Ashari Prawira Negara
Tekan Jumlah Kasus KDRT, DPRD Makassar Gagas Sekolah Ibu
DPRD Kota Makassar menggagas sekolah ibu untuk mengurangi angkat KDRT di Makassar. Foto: SINDOnews/Ilustrasi

MAKASSAR - Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sulsel mencapai 605 kasus pada Agustus 2019 lalu. Angka ini dikeluarkan Simfoni Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sulsel belum lama ini.

Anggota Komisi D DPRD Makassar, Yeni Rahman menuturkan, salah satu strategi pendekatan personal sejauh ini yang digagas dewan adalah kegiatan sekolah ibu.

Di mana dalam kegiatan tersebut memberikan pembinaan kepada perempuan dalam menjalani rumah tangga yang baik.



"Ada kegiatan sekolah ibu. Membina ibu-ibu dari skill, kapasitas mendidik anak, bagaimana mengelola hubungan baik dengan suami," jelasnya.

Menurutnya, tingginya angka kekerasan di Sulsel khususnya di Makassar lantaran kurangnya komunikasi.

"Kemarin kita sudah sampaikan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, bahwa kegiatan pemberdayaan ini harus lebih banyak yang prefentif. Bagaimana melakukan penyuluhan-penyuluhan, pembinaan-pembinaan kepada perempuan," ujarnya.

Untuk payung hukum sekolah tersebut, Komisi D tengah menggagas ranperda ketahanan keluarga yang bertujuan untuk menekan tingkat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Ini telah digagas oleh Komisi D, kita akan membuat ranperda tentang ketahanan keluarga,” jelasnya.

Menurut Yeni, pemerintah juga harus fokus bagaimana membedah penyebab terjadinya kekerasan.

"Saya bilang tadi kita jangan hanya fokus dari akibat kekerasan tetapi kita harus lebih membedah kenapa terjadi kekerasan," katanya.

Kendati angka kekerasan masih cukup tinggi, Yeni mengharapkan adanya pengurangan di tahun 2020 dengan adanya program tersebut.

"Kita harap pengurannya dalam tahun ini mudah mudahan bisa turun sampai 20 persen atau 30 persen itu sudah bagus, kita berharap bisa lebih baik" harapnya.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook