TOPIK TERPOPULER

Mantan Napi Terorisme Ditembak Mati, Peneliti UI: Program Deradikalisasi Gagal

Faisal Mustafa
Mantan Napi Terorisme Ditembak Mati, Peneliti UI: Program Deradikalisasi Gagal
Lokasi penembakan MT, terduga teroris jaringan JAD di Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis (15/4/2021). Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Tim Densus 88 Mabes Polri menembak mati pria berinisial MT (49), di Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kamis (15/4/2021). Ia diduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Informasi yang dihimpun SINDOnews, MT merupakan mantan narapidana kasus terorisme (napiter) yang bebas dari penjara tahun 2016 lalu.

Baca juga: Tim Densus 88 Tembak Mati Satu Orang Terduga Teroris di Makassar

Polisi menyebut, setelah bebas atas kasus pelemparan bom terhadap mantan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo tahun 2013 lalu, MT lalu kembali bergabung ke kelompok JAD di Makassar.

Peneliti terorisme dari Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib menilai program deradikalisasi terhadap napiter oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) gagal.



Baca juga: Terduga Teroris yang Ditembak Mati Pernah Terlibat Bom Gubernur Sulsel

"Seharusnya BNPT memantau aktivitas mantan napiter secara serius, peristiwa penembakan terhadap MT di Makassar itu merupakan kegagalan program deradikalisasi BNPT," kata Ridlwan kepada SINDOnews.

Ridlwan menanggap program deradikalisasi perlu dievaluasi lebih lanjut, berkaca paca kasus penembakan MT. "Kejadian ini menunjukan ada yang salah dari program deradikalisasi BNPT dan wajib dilakukan evaluasi," tegasnya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!