alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kisah Pilu Benny, Istri-Anak dan Cucunya Tewas Terpanggang

Faisal Mustafa
Kisah Pilu Benny, Istri-Anak dan Cucunya Tewas Terpanggang
Inilah kondisi ruko milik Benny di Jalan Titang yang terbakar kemarin. Lima anggota keluarganya tewas dalam kejadian memilukan ini. Foto : SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Duka mendalam dialami Benny (43 tahun), usaha pembuatan kasur dan bantal hangus terbakar di rumah toko (Ruko) berlantai dua di kawasan Jalan Titang, Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Kamis (09/01/2020), kemarin sekira pukul 15.30 Wita. Nahasnya lima orang penghuni ruko dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Benny menuturkan lima korban merupakan anggota keluargnya, yakni, istrinya bernama Rachel Monika (49 tahun), anak perempuan keempatnya bernama Valencia (21 tahun), anak perempuan kelimanya bernama Briggite (17 tahun), anak laki-lakinya bernama Edgar (3 tahun), serta cucu laki-lakinya bernama Jeztrail (7 tahun).

Bapak enam anak ini menuturkan saat peristiwa terjadi, kelima anggota keluarganya berada di lantai dua rumahnya. Sementara dirinya hendak mengecek empat karyawan perempuannya yang tengah bekerja.



"Tiga orang di kamar sama-sama cucuku. Ada anakku satu lagi kasih mandi anjing, na blow (keringkan) bulunya di kamar mandi juga. Saya itu turun dari tangga, pembantu (karyawan) teriak semua bilang api jadi saya lari keluar mau tarik itu busa saja supaya dia (api) terbakar di luar saja jangan sampai ke dalam tapi api terlalu cepat baru di dalam semuanya busa, kain bantal habis semua (terbakar)," katanya Benny ditemui di Gedung Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Sayang, upaya Benny meminimalisir kebakaran dengan menarik busa yang tersambar api gagal. Beruntung empat karyawannya Aisyah, Clara, Nur dan Lina berhasil menyelamatkan diri.

"Karyawan di bawah lari lewat belakang karena di belakang itu ada pintu kecil bisa tembus ke sekolah tapi ada tembok jadi orang manjat disana. Tidak ada lompat dari atas. Mungkin tembok belakang. Istri, anakku sama cucuku di atas semua tidak ada yang turun. Kalau turunki pasti tidak mati," ungkapnya sambil terisak-isak.

Sementara itu, Kapoltestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan empat karyawan masih dirawat intensif di rumah sakit Pelamonia Makassar. Sementara korban yang meninggal telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses pemeriksaan dan identifikasi lanjutan.

"Yang selamat saya belum bisa cek di rumah sakit (Pelamonia) karena mereka masih di rawat. Belum bisa diambil keterangan," kata Yudhiawan ditemui di lokasi kejadian.

Dia menyebutkan, para korban meninggal dunia ditemukan di tempat yang berbeda-beda di dalam kamar mandi dan di dalam kamar tidur lantai dua ruko. Kepulan asap tebal yang mengelilingi seisi ruangan diduga menjadi faktor sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Mantan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel ini menduga hubungan arus pendek jadi penyebab kebakaran. Lalu menyebar
mengenai beberapa benda yang mudah terbakar di dalam ruangan. "Karena percikan api, mengeni bahan-bahan itu makanya api dari bawah langsung menjalar ke tempat lainnya," ujarnya.

Korban diduga, terperangkap di dalam kepulan asap tebal dan api yang mengelilingi seisi ruangan. Beberapa korban yang selamat, mampu menyelamatkan diri setelah bergegas keluar dari ruko dua lantai tersebut.

Dalam proses evakuasi, kemain, damkar, petugas kepolisian dan warga sekitar bergotong royong untuk memadamkan api yang perlahan menghanguskan beberapa kamar di dalam ruko. Kesigapan tim gabungan, membuat api tidak sampai menjalar ke rumah lain yang berada di sekitar ruko.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.10 Wita, setelah 14 armada dari petugas dari Damkar Makassar berserta aparat, berjibaku memadamkan api dan kepulan asap tebal.

Salah satu warga bernama Dg Ona yang ditemui di lokais mengatakan Benny sempat meminta tolong kepada warga setempat. Namun dia tak mendengar suara ledakan atau kobaran api.

"Saya tunggu penjual bakso, kuliat itu Baba (Benny) kaluar bilang tolong tolong api korsleting listrikku. Tidak kelihatan itu api, asapji. Kalau bilang bergaul, bergaulji itu keluarganya baikji juga ka seringji ikut bersih-bersih di sini istrinya, suaminya juga," paparnya.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook