alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gubernur Pastikan BRT Tak Dikembalikan ke Pusat, Siap Disalurkan ke Daerah

Syachrul Arsyad
Gubernur Pastikan BRT Tak Dikembalikan ke Pusat, Siap Disalurkan ke Daerah
Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah membantah adanya rencana penarikan 15 bus rapid transit (BRT) ke Kemenhub. Foto : SINDOnews/Doc

MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah membantah adanya rencana penarikan 15 bus rapid transit (BRT) ke Kemenhub. Dia menegaskan, moda angkutan massal itu sudah siap disalurkan ke beberapa wilayah di Sulsel yang membutuhkan.

Dia menyebutkan, sebelum diserahkan ke daerah, Pemprov Sulsel harus menyelesaikan administrasi kendaraan tersebut. Seperti, pengurusan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB), maupun surat tanda nomor kendaraan (STNK), hingga pembayaran pajak kendaraan.

Dia memastikan, BRT bantuan Kemenhub ini tidak akan ditarik kembali oleh pemerintah pusat. Pasalnya langkah awal untuk penyebaran BRT ini sudah dirampungkan oleh Pemprov Sulsel. "Nggak (ada penarikan). Sudah mau diserahin, kok. Jadi saya mau sampaikan. BRT ini baru kita bayar pajaknya, BPKB-nya juga baru selesai. Bagaimana mau kita serahkan (ke daerah) kalau dalam kondisi bodong. Nggak mungkin kan," kata Nurdin yang ditemui di rumah jabatan Gubernur Sulsel, kemarin.



Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini mengaku, 15 BRT ini akan disebar ke daerah seperti Toraja maupun Bulukumba, termasuk kabupaten/kota yang dinilai membutuhkan moda transportasi ini.

Sementara di Makassar, kata dia, sementara kajian pengembangan pengelolaan BRT karena armadanya sudah ada sebelumnya.

Nurdin mengatakan, Kota Makassar tengah didorong menjadi wilayah percontohan pelayanan BRT di Sulsel. "Kalau Makassar kan sudah. Malah Makassar kita harus siapkan untuk kondisi sebagai kota metro. Makanya kajiannya sekarang sudah jalan," pungkas dia.

Sebelumnya rencana penarikan 15 BRT dikatakan Direktur Angkutan Jalan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub dalam kunjungannya di Makassar, beberapa waktu lalu.

Langkah ini bakal ditempuh, jika bantuan pemerintah pusat itu tak kunjung dimanfaatkan. "Di beberapa daerah itu saya tarik lagi karena tidak mampu. Kami sudah berikan BRT ke pemerintah provinsi, kalau tidak jalan-jalan kami serahkan ke Dishub Kota Makassar, tapi harus dikelola dengan benar," tegas Ahmad Yani di Makassar.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Syamsibar mengaku akan berkoordinasi dengan Gubernur Sulsel terkait pemanfaatan atau metode pengoperasian 15 BRT.

Apalagi dia tak menampik, bus angkutan massal itu akan disalurkan ke kabupaten/kota di Sulsel. "Saya kan dengar sebenarnya ini peruntukkannya untuk wilayah Mamminasata, tapi disisi lain kita melihat ada kebutuhan kabupaten/kota di luar Mamminasata. Sisa kita mau setting dan coba pelajari dulu. Kita siap menindaklanjuti arahan bapak gubernur," ujar Syamsibar.

Diapun meminta waktu untuk segera mengkoordinasikan langkah penyaluran ini BRT ini. Termasuk ke Kemenhub agar penyalurannya kedepan tidak bersoal. Apalagi sebut dia, rencana ini untuk pengembangan transportasi umum di daerah.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook