alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kesehatan Terganggu, Jumras Batal Diperiksa Polisi

Faisal Mustafa
Kesehatan Terganggu, Jumras Batal Diperiksa Polisi
Jumras, tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat berada di Polrestabes Makassar. Foto: SINDOnews

MAKASSAR - Tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah, Jumras batal diperiksa penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar hari ini, Jumat (10/1/2020). Kondisi kesehatan jadi penyebabnya.

Padahal, Jumras sendiri sudah memenuhi panggilan pemeriksaan di Polrestabes Makassar hari ini. Jumras datang sekitar pukul 10.00 Wita.

"Iya, tadi yang bersangkutan (Jumras) datang penuhi panggilan penyidik sekitar jam 10 pagi," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko.



Tapi, agenda pemeriksaan terpaksa dibatalkan karena Jumras tidak siap karena alasan kesehatan. (Baca juga: Jumras Sampaikan Maaf Secara Terbuka kepada Nurdin Abdullah)

"Kita jadwalkan ulang. Tadi datang sih tapi gak jadi diperiksa, karena kondisi tidak sehat jadi tidak siap untuk diperiksa," beber Indratmoko.

Sebelumnya, penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar telah menetapkan mantan Kepala Biro Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan, Jumras sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Nurdin Abdullah.

Jumras dilaporkan ke polisi atas tudingan pencemaran nama baik, fitnah dan memberikan keterangan palsu dalam sidang hak angket DPRD Sulsel tahun lalu.

Jumras saat itu menuding Nurdin Abdullah menerima uang senilai Rp10 miliar dari oknum pengusaha. Uang itu kata Jumras, akan digunakan Nurdin untuk kepentingan Pilgub Sulsel 2018.

Jumras ditetapkan tersangka karena tidak mampu membuktikan tudingannya tersebut. (Baca juga: Jumras Ditetapkan Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Gubernur)

"Dia (Jumras) ngomongnya tanpa dasar atas asumsi sendiri sedangkan dia ngomong begitu kan di bawah sumpah yang dia sampaikan di sidang itu (hak angket). Kalau benar beranilah buktikan," ujar Indratmoko.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook