TOPIK TERPOPULER

Situs To Manurung Karaeng Loe ri Pakere Akan Dijadikan Cagar Budaya

Najmi Limonu
Situs To Manurung Karaeng Loe ri Pakere Akan Dijadikan Cagar Budaya
Acara penyematan pin dewan pembina dan dewan kehormatan majelis keturunan to manurung di Rujab Bupati Maros baru-baru ini. Foto: Istimewa

MAROS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akan mendorong situs To Manurung Karaeng Loe ri Pakere menjadi cagar budaya. Hal ini diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Maros, Suhartina Bohari.

Situs ini terletak di Dusun Pakere, Desa Bontotallasa, Kecamatan Bantimurung, di atas sebidang tanah yang dikenal dengan nama Ongkoe.

Baca juga: Kunjungi Kelompok Pembuat Kebaya Payet, Suhartina Dorong Perempuan Berdaya

Dalam manuskrip Lontara Marusu, di atas Ongkoe tersebut, berdiri sebuah istana kerajaan pertama di Maros dengan raja bergelar Karaeng Loe ri Pakere, seorang yang dituliskan To Manurung.

Tim Ahli Cagar Budaya Maros, Andi Fahry Makkasau yang juga merupakan Ketua Majelis Keturunan To Manurung Maros menjelaskan, ada sebuah petikan lontara Marusu yang menjelaskan seorang To Manurung Karaeng Loe ri Pakere sebagai raja pertama di Maros.



"Karaeng Loe ri Pakere uru Karaeng ri Marusu, iyami To Manurung ri Pakere. Nanikanai To Manurung kataniassengi assala kabattuanna," bunyi petikan Lontara Marusu yang menjelaskan tentang seorang To Manurung Karaeng Loe ri Pakere sebagai raja pertama di Maros.

Dari arti penting situs di Pakere itulah lalu Pemkab Maros kata Suhartina Bohari menyatakan keinginan agar lokasi itu ditetapkan sebagai cagar budaya.

Baca juga: 5 Sekolah di Kabupaten Maros Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Nantinya kata dia, di lokasi itu akan direvitalisasi dengan membangun baruga Karaeng Loe ri Pakere yang kemudian dapat menjadi pusat pelaksanaan acara adat tahunan, seperti hari jadi Maros.

"Kita ingin nama Pakere kembali mendunia sama seperti saat awal kedatangan To Manurung Karaeng Loe ri Pakere yang membuat banyak kerajaan-kerajaan tetangga tertarik membuat perjanjian persahabatan, termasuk Kerajaan Gowa dan Bone ketika itu dan kejadian ini dicatat dalam lontara Gowa dan Tallo," kata Suhartina baru-baru ini.



Hal ini kata Suhartina memiliki efek yang sangat baik bagi generasi muda yang tentu akan makin cinta pada daerah dan negaranya.

Baca juga: Rapat dengan Kemenko Polhukam, Sekda Paparkan Kondisi Covid-19 di Maros

Wakil Bupati Maros berharap rencana ini segera diwujudkan, setidaknya dalam perubahan anggaran tahun ini sudah ada langkah yang diambil, apalagi lokasi tersebut disinyalir telah berada dalam penguasaan pribadi.

Penyampaian Wabup Maros ini diamini Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Ferdiansyah. Secara khusus, Ferdi meminta Tim Ahli Cagar Budaya Maros untuk segera mendesain langkah sesuai regulasi agar situs Karaeng Loe ri Pakere dapat segera ditetapkan sebagai cagar budaya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!