TOPIK TERPOPULER

Predikat Akuntabilitas Kinerja Pemkab Pangkep Naik dari CC ke B

Muhammad Subhan
Predikat Akuntabilitas Kinerja Pemkab Pangkep Naik dari CC ke B
Pemkab Pangkep meraih predikat B sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP) 2020. Foto: Istimewa

PANGKEP - Predikat sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP) Kabupaten Pangkep naik dari sebelumnya CC pada tahun 2019, menjadi B tahun 2020. Hasil evaluasi SAKIP diumumkan Menteri PAN RB, Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu 21 April 2021.

Selain Kabupaten Pangkep, ada 9 daerah lain di di Sulsel yang mendapat predikat B. Beberapa daerah lain masih meraih predikat C atau CC, seperti Kabupaten Barru, Enrekang, Jeneponto, dan Selayar.

Baca juga: Pemkab Gowa Berhasil Pertahankan Predikat B SAKIP 3 Kali Berturut-turut

Plt Sekda Kabupaten Pangkep, Irdas menyampaikan rasa bangga dan syukur atas raihan ini. Prestasi ini, bagi Irdas, merupakan buah dari kerja keras dan kebersamaan semua pihak untuk perbaikan birokrasi di Pangkep.

“Kita harap semangat ini terus berlanjut untuk mendapatkan predikat AA atau A,” ucapnya.



Terpenting kata Irdas, budaya ini terus dilakukan secara berkesinambungan, agar Pangkep bisa setara dengan kota atau kabupaten yang mendapat predikat A.

Baca juga: 3 Program Unggulan 100 Hari Bupati dan Wabup Pangkep Segera Diluncurkan

“Kalau ini dicapai maka kepuasan masyarakat secara otomatis meningkat. Tapi, sangat jarang daerah kabupaten meraih prestasi A. Di Sulsel saja, tahun ini tak ada yang bisa meraih A,” ujarnya.

Kategori predikat SAKIP terdiri dari tujuh level. Penilaiannya disusun berbagai lembaga, di antaranya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Ombudsman, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan kalangan akademisi.

Baca juga: 4 Kekayaan Intelektual Komunal Pangkep Dapat Pengakuan Kemenkumham



Secara umum, indikator penilaiannya terdapat beberapa hal, di antaranya efektivitas dan efisiensi pengguna anggaran, kualitas pembangunan budaya kinerja dan birokrasi yang berorientasi pada hasil.

Hal itu digambarkan dalam merencanakan kinerja dan target kinerja, keselarasan perencanaan dan anggaran, pelaporan kinerja, mengelola akuntabilitas kinerja secara terintegrasi dan mengoptimalkan kinerja yang berdampak pada masyarakat.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!