alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polrestabes Makassar Gandeng Interpol Buru Rekan WN Malaysia Pembobol ATM

Faisal Mustafa
Polrestabes Makassar Gandeng Interpol Buru Rekan WN Malaysia Pembobol ATM
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar tengah berkoordinasi dengan Interpol untuk menangkap kawanan pembobol ATM Makassar yang saat ini diduga berada di Malaysia.

"Nanti kita koordinasi dengan interpolnya untuk terbitkan red noticenya," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko kepada SINDOnews, Kamis (16/1/2020).

Pembobol yang dimaksud diduga rekan dari Muhammad Azmi bin Abdullah, 36 tahun. Rekan Azmi itu diketahui berinisial Bro, warga negara Bulgaria.



Azmi sendiri tertangkap tangan menggasak uang sekitar Rp100.300.000 di ATM BNI di Jalan Penghibur, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar dengan modus skimming pada Jumat (27/12/2019) lalu.

Indratmoko menerangkan, penerbitan red notice dilakukan agar Bro bisa dicekal di berbagai negara. Dengan begitu, upaya kepolisian untuk mengungkap kasus yang secara umum masuk dalam transaksi perbankan ini, bisa segera dituntaskan.

Selain interpol, lanjut Indratmoko, pihaknya saat ini pun tengah mengupayakan koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Malaysia agar proses perjalanan hukum yang menjerat warga Selangor itu secepatnya rampung.

Sebab, secara administratif, kelengkapan berkas pribadi tersangka masih dibutuhkan polisi.

"Kita koordinasi dulu dengan kedutaanya, untuk kelengkapan berkasnya dia (tersangka)," bebernya.

Diketahui dari hasil pendalaman pemeriksaan, Azmi mengaku baru sekitar lima hari berada di Makassar. Dia sebelumnya menyebut tinggal dan menetap sementara di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, tersangka, masuk ke Makassar pada Senin, 23 Desember 2019. Setelah memetakan lokasi ATM yang ditarget, dia kemudian langsung menjalankan aksinya.  

Saat itu, hanya satu lokasi yang menjadi sasaran pembobolan uang. Lokasi ATM tersebut, tidak berada jauh dari tempat tinggal sementara tersangka di Jalan Maipa.

Dalam kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti yang yang diduga digunakan pelaku dalam setiap kali beraksi untuk mengambil uang yang ada di dalam mesin ATM. Seluruh barang bukti ditemukan di tempat tinggal sementara pelaku.

Barang bukti itu berupa 42 unit kartu ATM berwarna silver yang digunakan pelaku untuk bertransaksi, belasan kartu ATM berwarna kuning asal Malaysia, uang tunai pecahan 50 ribu ringgit Malaysia, visa kunjungan wisata, paspor, uang Rp5,5 juta, laptop, dan handphone.

Dari hasil pengusutan sementara, kata Yudhiawan, pelaku diduga bekerja untuk seseorang warga negara Bulgaria yang tinggal di Malaysia. Cara bekerja jaringan ini, menurutnya cukup rapi. Keduanya bertugas dengan peran berbeda.

Muhammad Azmi bin Abdullah bertindak sebagai eksekutor lapangan untuk mengambil uang dari mesin ATM.

“(WNA Bulgaria) Ini sampai sekarang masih kita buru. Sepertinya yang bersangkutan bekerja sama lagi dengan orang lain. Dalam satu jaringan internasional,” ungkap Yudhiawan dalam ekspose setelah menangkap tersangka saat itu.

Diungkapkan Yudhiawan, metode skimming yang dijalankan pelaku dengan jaringannya termasuk canggih. Mereka mengidentifikasi seluruh nomor nasabah bank tertentu, secara acak dengan sistem online. Setelah mengetahui, jaringan lintas negara ini kemudian membuatkan kartu ATM pengganti, serupa dengan kartu pada umumnya.

Kartu silver dan kuning serupa kartu ATM itu telah dilengkapi piranti acak pribadi korban yang sebelumnya telah teridentifikasi. Jika dimasukkan ke mesin ATM, kartu itu secara otomatis tidak terblokir. Dalam setiap kartu, terisi uang tunai korban yang telah dibobol identitasnya, sebesar Rp2.500.000 hingga Rp5.000.000.

"Jadi tinggal dibawa masuk kartu itu yang warna silver atau kuning ke mesin ATM, lalu diminta untuk isi nomor PIN yang sebelumnya sudah diketahui pelaku dari hasil identifikasi. Kartu ini hanya sekali pakai. Jadi kalau sudah dipakai, kartunya tertelan di mesin ATM. Ini aneh memang,” jelas Yudhiawan.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook