alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Napi Kontrol Peredaran Narkoba, Granat Minta Pengawasan di Lapas Diperketat

Faisal Mustafa
Napi Kontrol Peredaran Narkoba, Granat Minta Pengawasan di Lapas Diperketat
Ketua Granat Makassar, Arman Mannahawu. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Maraknya penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dikendalikan oleh napi atau tahanan penghuni lapas dan rutan mendapat sorotan dari Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat).

Ketua Granat Makassar, Arman Mannahawu mengatakan, banyaknya napi atau tahanan yang mengendalikan bisnis narkoba dari balik teruji lapas dan rutan disebabkan karena pengawasan yang lemah. Kasus yang terus terulang kata dia, mestinya menjadi perhatian pengelola lapas untuk berbenah.

“Ini menjadi pelajaran bagi pihak pengelola lapas di seluruh Indonesia, bahwa penjahat narkoba mampu menerobos pengawasan dan penjagaan mereka, sehingga mau tidak mau mestinya ada tindakan konkret untuk mengoptimalisasi pengawasan dan penjagaan tahanan di sana," katanya saat dimintai tanggapan, Kamis (16/1/2020).



Dia meminta kepada pemerintah pusat agar bisa memberi perhatian lebih maksimal tentang kejahatan narkoba yang mengancam kehidupan masyarakat. Apalagi, lanjut dia, kejahatan tersebut dilakukan oleh napi dan tahanan.

“Di daerah Sulawesi Selatan misalnya seharusnya pemerintah pusat bisa menghadirkan fasilitas teknologi detektor narkotika di tempat strategis. Misalnya tempat hiburan malam (THM), kantor pemerintahan, dan ruang publik lainnya. Sekaligus melakukan test urine secara rutin, paling tidak sebulan sekali,” ujar dia.

Menurutnya, pemerintah harus menguatkan anggaran pemberantasan narkoba, apalagi kejahatan ini sudah masuk kategori extra ordinarycrime, terlebih dengan adanya ketetapan pemerintah pusat yang menyebut Indonesia darurat narkoba.

Oleh karena itu, kata dia, bukan hanya kualitas dan kuantitas aparat di sektor penumpasan narkoba yang harus ditingkatkan, tetapi juga difasilitasi dengan teknologi detektor narkotika.

Arman juga mengapresiasi kinerja kepolisian di Sulsel dalam pengungkapan dan penindakan dalam kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika khususnya di dalam lapas.

“Penangkapan di dalam lapas kan sudah masuk dalam line cyndicate kejahatan narkoba, sehingga Kepolisian miliki peluang strategis mengungkap jaringan induknya,” tutupnya.

Sebelumnya, Tim Elang Satreskoba Polrestabes Kota Makassar berhasil menggagalkan peredaran 5.000 butir pil ekstasi. Pil tersebut rencananya akan diedarkan di cafe-cafe yang ada di Kota Makassar.

Peredaran 5.000 pil ekstasi itu diketahui digerakkan oleh salah satu narapidana penghuni lapas Bolangi. (Baca juga: Polisi Gagalkan Peredaran 5.000 Butir Pil Ekstasi di Makassar)



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook