alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan Mingguan Dipolisikan

Muhammad Subhan
Diduga Lakukan Pemerasan, Oknum Wartawan Mingguan Dipolisikan
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pangkep, Nurlia saat melapor ke pihak kepolisian soal dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum wartawan. Foto: Sindonews/Muhammad Subhan

PANGKEP - Seorang oknum wartawan mingguan di Pangkep berinisial IR berurusan dengan polisi, setelah dilaporkan melakukan pemerasan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Jumat (17/1/2020).

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pangkep, Nurlia yang menjadi korban arogansi oknum wartawan tersebut langsung melapor ke Polres Pangkep. Usai diperiksa, Lia sapaan akrabnya menuturkan, kejadian bermula saat ia didatangi seorang yang mengaku wartawan dan memintanya beriklan di sebuah tabloid mingguan.

Lia mengaku meminta agar oknum tersebut bersabar karena saat itu ia tidak bawa uang.



"Orang yang mengaku wartawan tersebut mendatangi saya di ruang kerja dan memaksa untuk menyetor sejumlah uang, katanya semua bidang di Diknas sudah menyetor, hanya saya yang belum, tapi saya menolak bagaimana bisa saya mau berikan uang sebanyak itu,” ujarnya.

Tak sampai disitu, Lia yang seharusnya berangkat bertugas ke Makassar tersebut harus batal karena surat tugas yang ditandatangani, Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana juga diremas oleh oknum wartawan itu. Dia merasa apa yang dilakukan oleh oknum tersebut sudah tak beretika.

“Dokumen negara yang ada lambang garudanya diacak-acak. Bahkan hampir dirobek. Saya sudah melapor ke polisi karena merasa diperas dan dikasari,” katanya.

Sekertaris PWI Pangkep, Aco Parenrengi pun menyangkan hal tersebut. Apalagi ketua PWI Pangkep, Bisman namanya dicatut oleh oknum tersebut untuk memeras korbannya.

“Hal ini sudah sangat keterlaluan. Tindakan seperti ini sudah menyalahi kode etik jurnalistik. Kami meminta pihak kepolisian untuk melanjutkan laporan tersebut dan menindaknya sampai tuntas. Ini sudah masuk dalam tindakan pemerasan,” katanya.

Penyidik Reskrim Polres Pangkep pun saat ini telah menerima laporan korban. Dan akan segera melakukan gelar terkait laporan korban pemerasan oleh oknum wartawan abal-abal tersebut.

“Laporannya sudah masuk dan akan dilanjuti,” kata salah satu penyidik.



(agn)

Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook