alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pekan Depan Ada Mutasi Lagi, Khusus Eselon III/IV

Syachrul Arsyad
Pekan Depan Ada Mutasi Lagi, Khusus Eselon III/IV
Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah kembali merencanakan mutasi untuk pengisian jabatan, pekan depan. Foto : Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah kembali merencanakan mutasi untuk pengisian jabatan, pekan depan. Rencana ini dilakukan khusus eselon III/IV yang belum memiliki status jabatan definitif pasca adanya restrukturisasi OPD.

Diketahui, adanya perubahan nomenklatur di beberapa OPD, membuat jabatan eselon III/IV belum jelas secara struktural. Ada perangkat daerah yang mengalami perampingan, karena dilebur ke OPD lain.

Agar jabatan secara struktural jelas, pejabat eselon III/IV harus dikukuhkan ulang. Setelah proses identifikasi jabatan dan ditempatkan di OPD sesuai nomenklatur baru. "Eselon III/IV, sementara. Pokoknya minggu depan paling lambatlah," tukas Nurdin, kemarin.



Tidak hanya pengisian jabatan untuk eselon III/IV, Nurdin menuturkan, pihaknya tengah melakukan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama atau setingkat eselon II. Proses didahului dengan agenda job fit terhadap kemampuan pejabat yang ada.

Dia mengemukakan, untuk sementara ada sembilan jabatan yang rencananya bakal di-job fit dari OPD yang masih lowong. Itupun dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan Pemprov Sulsel. "Eselon II kan mau job fit. Sembilan akan kita mau (job) fit. Lihat daerah lain langsung 500, kalau kita itu disesuaikan dengan kebutuhan," tandas Nurdin.

Meski begitu, Nurdin belum membeberkan sembilan posisi yang proses job fit-nya berjalan untuk direncanakan pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama. "Kan sembilan yang kosong tuh, akan kita coba lelang," singkat dia.

Sebelumnya Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Sumarlin mengaku, perubahan nomenklatur OPD membuat jabatan struktural terkait perlu dikukuhkan kembali.

Tim penilai kinerja Pemprov Sulsel yang telah dibentuk sebelumnya masih menggodok dan mengidentifikasi pengisian jabatan administrator yang dimaksud. "Jadi efektifnya menunggu pelantikan pejabatnya, akan dikukuhkan ulang. Misalnya dia pindah (OPD) kesana, atau ada perubahan nomenklatur akan dikukuhkan kembali pejabatnya," sebut Sumarlin.

Perubahan nomenklatur berdasarkan Perda Nomor 11/2019 tentang perubahan atas Perda Nomor 10/2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, misalnya, Biro Humas dan Protokol Setda Sulsel yang saat ini dilebur ke Diskominfo.

Selain itu, jabatan struktural di bawah Biro Pengelolaan Barang dan Aset Setda Sulsel juga terdampak perampingan. Nurlina yang sebelumnya menjabat kepala biro tersebut, dimutasi dan dilantik di OPD baru, yakni sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Sulsel.

Dengan begitu, pejabat eselon III/IV di OPD lama, otomatis harus pindah ke OPD baru yang sesuai tupoksinya masing-masing. Itupun, sebut Sumarlin, setelah melalui proses pengisian sesuai kompetensi dan pengukuhan kembali sesuai nomenklatur baru.

Tupoksinya juga harus selaras dengan struktur yang baru, karena jika berbeda tidak bisa dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.

Adapun OPD di Pemprov Sulsel lain yang masih lowong dan pengisian jabatnya melalui lelang, diantaranya kesbangpol, dinas pendidikan, dinas kehutanan, dan bappeda.

Selain itu, adapula dinas kesehatan, biro pembangunan, biro umum dan perlengkapan, diskominfo, biro organisasi tata dan tata laksana, badan penghubung daerah, dan biro pengelolaan keuangan daerah, serta sekretaris DPRD Sulsel.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook