alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

IKM Sulsel Pasok Puluhan Ribu Sandal untuk 5 Hotel di Makassar

Tim Sindonews
IKM Sulsel Pasok Puluhan Ribu Sandal untuk 5 Hotel di Makassar
Dekranasda dan PHRI menjalin kerja sama terkait penggunaan produk kerajinan IKM Sulsel di hotel-hotel. Foto/Humas Pemprov Sulsel

MAKASSAR - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel terus mendorong industri kecil menengah atau IKM untuk mampu bersaing dalam era pasar bebas. Teranyar, Dekranasda memfasilitasi kerja sama dengan Perkumpulan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel terkait penggunaan produk kerajinan IKM di lima hotel di Kota Makassar.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman antara Ketua Dekranasda Sulsel, Lies F Nurdin, dengan Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, di Rujab Gubernur Sulsel, Jumat (17/1/2020) kemarin. Penandatanganan MoU itu disaksikan langsung oleh Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Dalam kerja sama itu disebutkan ada lima hotel yang tergabung dalam Phinisi Hospitality Group yang akan memakai sandal produk IKM Sulsel. Kelima hotel itu yakni Claro Hotel, The Rinra, Dalton, Almadeera dan Remcy Hotel.



“Hotel-hotel atas nama PHRI sudah komitmen untuk memakai sandal produk masyarakat kita. Jadi alhamdulillah, akan ada puluhan ribu sandal produk IKM yang akan masuk ke hotel-hotel,” kata Lies, dilansir dari laman resmi Pemprov Sulsel, Sabtu (18/1/2020).

Lies menekankan pentingnya para pengrajin untuk menjaga kualitas sandal, yang nantinya akan digunakan oleh tamu di seluruh jenis kamar hotel. “Seperti pesan Pak Gubernur, jaga kualitas dan kesinambungan produk, jangan sampai ada komplain dari pengguna barang,” tegas Lies.

Dukungan Dekranasda kepada para pelaku IKM juga diteruskan dengan menggandeng Dinas Perindustrian. Pemerintah akan menyediakan mesin cetak sandal guna mempercepat proses pembuatan dan menjaga kualitas sendal yang dihasilkan.

Saat ini, ada lima IKM yang mulai memasok sandal sebanyak 1.000 hingga 15.000 pasang sandal bagi lima hotel setiap bulan selama satu tahun.

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengharapkan para pengrajin sandal memerhatikan kualitas dan kontinuitas ketersediaan produk sendal bagi hotel. “Yang perlu diperhatikan adalah, menjaga kontinuitas produksi, seperti sandal semua stok dari Jawa sudah kami hentikan. Kalau bisa dijaga, ini menjadi nilai ekonomi yang tinggi bagi para pengrajin,” terang Anggiat.

Saat pasokan sandal yang dikerjakan IKM akan digunakan di hotel yang berada di kelas middle-up, ia mengharapkan para pelaku IKM juga dapat memasok kebutuhan sendal bagi hotel tipe standar. “Ada 15.000 kamar di Makassar, kali 30 persen tingkat huni, dan ini baru satu jenis kerajinan. Hotel tidak rugi dengan memesan di IKM. Kalau IKM untung, maka konsumsi hotel dan restoran bisa meningkat,” pungkasnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook