alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

RSUD Lamaddukelleng Tangani 122 Pasien Penderita HIV-AIDS

M Reza Pahlevi
RSUD Lamaddukelleng Tangani 122 Pasien Penderita HIV-AIDS
RSUD Lamaddukalleng sudah menangani Pendeerita HIV- AIDS sekitar 122 orang. Foto: Sindonews/Ilustrasi

WAJO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng dalam kurun empat tahun terakhir, menangani 122 pasien pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV), Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Hal tersebut diutarakan, Bagian Ilmu Penyakit Dalam RSUD Lamadukelleng, dr Gusnaeni Cukke. Ia mengatakan sejak tahun 2016 sampai Desember 2019 RSUD Lamadukelleng sudah menangani sebanyak 122 pasien pengidap HIV-AIDS di Kabupaten Wajo.

Ia menjelaskan, dari 122 pasien yang ditangani RSUD Lamadukelleng, 66 orang diantaranya harus menjalani terapi obat Antiretroviral (ARV), 5 diantaranya merupakan pasien kategori anak-anak.



Selain itu, pasien yang meninggal sebelum menjalani pengobatan berjumlah 29 orang, dan yang meninggal setelah pengobatan 15 orang, selebihnya masih dalam perwatan.

"Pasien penderita HIV-AIDS yang kami tangani di RSUD Lamadukelleng sebanyak 122 pasien, 5 diantaranya merupakan anak-anak," paparnya

Dari 122 pasien pengidap HIV-AIDS yang ditangani RSUD Lamadukelleng, rata-rata disebabkan oleh perilaku seks yang menyimpang seperti homo seksual, biseksual, anal seks, oral seks dan gonta ganti pasangan.

Menurutnya, AIDS disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). HIV yang masuk ke dalam tubuh akan menghancurkan sel CD4. Sel CD4 adalah bagian dari sel darah putih yang melawan infeksi. Semakin sedikit sel CD4 dalam tubuh, maka semakin lemah pula sistem kekebalan tubuh seseorang.

Penularan HIV terjadi saat darah, sperma, atau cairan vagina dari seseorang yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh orang lain. Hal ini dapat terjadi melalui berbagai cara, antara lain, perilaku seks yang menyimpang seperti, anal seks oral seks dan beseksual.

"Infeksi HIV dapat terjadi melalui hubungan seks baik melalui vagina maupun dubur (anal). Meskipun sangat jarang, HIV juga dapat menular melalui seks oral. Akan tetapi, penularan lewat seks oral hanya akan terjadi bila terdapat luka terbuka di mulut penderita, misalnya seperti gusi berdarah atau sariawan," jelasnya.

Selain itu, berbagi penggunaan jarum suntik dengan penderita HIV, adalah salah satu cara yang dapat membuat seseorang tertular HIV. Misalnya menggunakan jarum suntik bersama saat membuat tato, atau saat menggunakan NAPZA suntik.

"Perlu diketahui, HIV itu adalah virus dan AIDS adalah kumpulan penyakit yang disebabkan HIV," ujurnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook