alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Nyamar Jadi Anggota Polisi, Residivis Pencuri Dihadiahi Timah Panas

Faisal Mustafa
Nyamar Jadi Anggota Polisi, Residivis Pencuri Dihadiahi Timah Panas
Residivis pencuri yang diamankan masih menggunakan serangan SWAT. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Petualangan kejahatan Lutfi Tajuddin (31) pria Jalan Inpeksi PAM Pannara Kecamatan Manggala, Kota Makassar berakhir di pucuk pistol milik anggota tim kejahatan dan kekerasan (Jatanras) Polrestabes Makassar.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko menjelaskan, Lutfi dilumpuhkan betis kanannya dalam upaya pengembangan kasus pencurian serta penipuan dan penggelapan berkedok berpura-pura menjadi anggota polisi pada Jumat, (17/01/2020).

"Pelaku melakukan perlawanan dengan membenturkan wajahnya ke petugas saat dilakukan pengembangan. Setelah tidak mengindahkan tembakan peringatan, terpaksa kita lumpuhkan sebanyak dua peluru," beber Indratmoko, Minggu (19/1/2020).



Dijelaskan Indratmoko, pelaku merupakan residivis yang telah berkali-kali masuk penjara dan DPO sejumlah Polsek di Kota Makassar. Aksinya terkuak setelah baru beraksi dengan mengaku sebagai salah satu personel Tim Penindak Gangguan Kamtibmas (Penikam) Polrestabes Makassar, Jumat (17/1) malam.

Saat itu, Lutfi menganiaya dan mengambil handphone seorang remaja di Tanjung Bayam, Kecamatan Tamalate. Untuk terlihat mirip anggota poliri, pelaku mengenakan rompi bertuliskan SWAT.

"Selain kasus pencurian, pelaku juga terlibat dalam kasus penipuan, dan penggelapan. Total, ada 14 laporan kepolisian yang masuk atas tindakannya," kata Indratmoko.

Dari hasil tindak pidana yang dilakukan, total ada sekitar puluhan juta yang dikumpulkan oleh Lutfi saat menipu korbannya. Berbagai jenis barang seperti ponsel, motor, serta laptop milik korbannya digelapkan Lutfi.

Indratmoko menyebut Lutfi beraksi di tempat-tempat berbeda di kota Makassar seperti di Kecamatan Tamalanrea, Kecamatan Biringkanaya, Ujungpandang, hingga Tamalate.

"Pelaku juga pernah menyamar jadi sales handphone di Maros lalu kemudian meminta uang Rp500.000 lalu lari," imbuh Indratmoko.

Modus Lutfi, kata Indratmoko ketika menjadi polisi gadungan sering menahan pengguna jalan dan memeriksa kelengkapan surat-surat pengendara yang ditahannya.

Apabila pengendara tersebut tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat-suratnya, maka Lutfi meminta sejumlah uang dari pengendara tersebut.

"Uang yang didapat dari hasil memeras itu sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000. Itu dilakukan sebanyak 7 kali di jalan utama di kota Makassar," ucap Indratmoko.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook