alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jembatan Gantung di Enrekang Putus, Ini Dugaan Penyebabnya

Aris Bafauzi
Jembatan Gantung di Enrekang Putus, Ini Dugaan Penyebabnya
Jembatan gantung di Desa Pana, Kabupaten Enrekang, terputus diduga karena tak mampu menahan beban berat warga yang menonton proses pencarian orang hilang. Foto/SINDOnews/Aris Bafauzy

ENREKANG - Jembatan gantung di Desa Pana, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang, Sulsel, terputus dan ambruk pada Minggu (19/1/2020) kemarin. Puluhan warga dilaporkan terluka. Mereka ikut terjatuh lantaran berada di atas jembatan saat kejadian berlangsung.

Beberapa di antara korban yang mengalami cedera cukup parah dilarikan ke RSUD Massenrempulu Enrekang. Terputusnya jembatan ini terjadi diduga karena kelebihan beban, dimana saat kejadian warga berbondong-bondong ke jembatan karena ingin menonton pencarian orang hilang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Enrekang, Abdullah Sanneng, membenarkan jika mereka berada di atas jembatan karena ingin menyaksikan pencarian warga Kabupaten Sidrap yang dinyatakan hanyut di Sungai Pana.



"Anggota kami telah berada di lokasi untuk membantu evakuasi korban jembatan putus. Mereka ada di sana terkait kasus warga Sidrap yang diduga hanyut sebelumnya," ujar Abdullah, Senin (20/1/2020).

Kaspiandi, salah seorang warga Enrekang, menyayangkan warga yang tidak melihat kondisi jembatan yang tidak kuat menahan beban berat. Jembatan ini hanyalah jembatan kayu kecil yang tentunya tidak mampu menahan beban belasan hingga puluhan warga yang menyaksikan proses pencarian orang hilang.

"Ini tentunya tanpa kesadaran mereka, ya mereka tidak melihat kondisi jembatan yang tak mampu menahan beban warga yang membeludak di atas jembatan. Yang terjadi adalah hal yang tidak diinginkan, syukurnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," tuturnya.

Diketahui pencarian warga Sidrap yang hilang dilakukan oleh BPBD Enrekang, SAR Polri-TNI dan SAR Palopo. Warga yang hilang itu diketahui bernama Iwan yang berprofesi sebagai sopir. Sebelum dilaporkan hilang, Iwan disebut istirahat di Desa Pana.

Iwan diketahui dalam perjalanan membawa dedak dari Sidrap ke Toraja. Saat istirahat di Desa Pana, Iwan disebut ke kamar kecil, namun tidak kembali. Hanya sandalnya yang ditemukan di tepi sungai sehingga warga menduga ia hanyut di Sungai Pana.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook