alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Haerul, Pembuat Pesawat dari Barang Bekas Diundang ke Istana

Puguh Hariyanto
Haerul, Pembuat Pesawat dari Barang Bekas Diundang ke Istana
Kepala Staf Kepresidenan Dr Moeldoko bersama Haerul perakit pesawat asal Pinrang, Sulawesi Selatan. Foto/KSP

JAKARTA - Haerul (34), montir lulusan SD asal Kabupaten Pinrang, Sulsel, yang sukses membuat dan menerbangkan pesawat ultralight dari barang bekas mendapatkan kehormatan untuk mengunjungi Kompleks Istana, Jakarta (20/1/2020). Ia tampak tegang saat bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Haerul hadir ditemani Lurah dari tempat asalnya, tiga akademisi Unhas Bastian Jabir, Rustan Tarraka, Muhammad Syahid serta Kepala Dinas Penerangan AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto. Moeldoko mengundang Haerul setelah mendapat laporan tentang pesawat ringan yang dirakit sendiri dari bengkel motor.

Dia ingin mengetahui proses perakitan tersebut langsung dari Haerul. Dalam penjelasannya, Haerul mengaku belajar merakit hanya dengan melihat video lewat Youtube. "Pak Haerul membuktikan pada kita bahwa banyak talenta di negeri ini yang berani dan kreatif," ujar Moeldoko.



Eksperimen perakitan pesawat sudah beberapa kali dilakukan Haerul. Pada 2002 lalu, dia sempat merakit pesawat helikopter namun gagal terbang. (Baca Juga: Lulusan SD Pembuat Pesawat Ngaku Pernah Coba Bikin Helikopter)

Namun kegagalan itu tak membuat pria kelahiran 31 Desember 1985 ini patah arang. Pada 15 Januari 2020 lalu, kerja kerasnya membuahkan hasil. Pesawat yang dirakitnya sejak tengah Oktober 2019 berhasil terbang setelah lima kali gagal tes uji coba.

Moeldoko menyatakan kekagumannya atas keberanian dan semangat pantang menyerah yang dimiliki pria yang sehari-hari bekerja sebagai montir mobil dan motor itu. “Saya apresiasi Pak Haerul berani melakukan sesuatu. Kedua, semangat pantang menyerah yang bisa memberikan semangat kepada anak muda,” tuturnya.

Moeldoko menilai inovasi yang dimiliki Haerul layak dikembangkan di Indonesia. “Sebagai negara kepulauan, kita butuh pesawat ringan yang bisa efektif menjadi alat transportasi di negara kita,” tegasnya. (Baca Juga: Bisa Terbang! Pesawat Rakitan Lulusan SD Cuma Habiskan Rp35 Juta)

Semangat inovasi baru yang dimiliki Haerul menurut Moeldoko selaras dengan apa yang digagas KSP dalam program Manajemen Talenta Nasional (MTN). “Hal-hal semacam ini perlu dikumpulkan. Mencari anak anak Indonesia yang punya bakat unggulan agar mereka bisa memperjuangkan impiannya,” ucapnya.

Mantan Panglima TNI ini juga meminta para akademisi yang ikut dalam pertemuan tersebut terus mengawal apa yang dilakukan oleh Haerul. Muhammad Syahid, pengajar Teknik Mesin Unhas menyebutkan, saat ini Pemda Sulsel berjanji memberikan mesin berkapasitas 1.000 cc untuk pengembangan pesawat ringan tersebut.

Kepada Moeldoko, Haerul mengaku sudah cukup senang bisa diakui karyanya dan diterima di Komplek Istana. "Saya membuat sendiri pesawat ini, karena saya belum pernah naik pesawat," kata Haerul dengan polosnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook