alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Siswi SMP di Pangkep Bully Teman Kelas Gegara Utang

Muhammad Subhan
Siswi SMP di Pangkep Bully Teman Kelas Gegara Utang
Aksi bullying siswi SMP di Pangkep terjadi gegara persoalan utang, tepatnya peminjaman handphone dan uang. Foto/Ilustrasi

PANGKEP - Aksi sejumlah siswi SMP di Kabupaten Pangkep, Sulsel, yang melakukan aksi bullying alias merisak seorang teman kelasnya mendadak viral di media sosial (medsos). Terungkap, aksi tersebut terjadi gara-gara persoalan utang, tepatnya peminjaman uang dan ponsel yang bermasalah.

Kepala Sekolah SMP 1 Minasatene, Hartina, mengaku tidak tinggal diam atas kejadian tersebut. Ia sudah mengumpulkan informasi terkait aksi bullying yang terjadi di ruangan kelas. Pihak sekolah juga telah memediasi pelaku dan korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Hartina menyebut motif pelaku merisak korban hanya gara-gara kesal atas utang yang belum dibayarkan korban. Korban yang diketahui berinisial SR (13) meminjam uang dan ponsel salah satu pelaku. Namun, korban tidak mengembalikannya hingga waktu yang disepakati.



"Jadi ini persoalan peminjaman barang yang berujung pemukulan. Korban dinilai memberi harapan palsu kepada kedua pelaku," ungkapnya, Senin (20/1/2020). (Baca Juga: Viral Siswi SMP di Pangkep Dibully Teman Kelas, Orangtua Lapor Polisi)

Dalam video viral itu, terlihat ada dua siswi yang menampar korban. Adapun beberapa siswi lain tampak mengelilingi dan menyoraki korban. Mereka terus merisak korban yang sudah tersudut dan tidak berdaya.

Hartina mengaku insiden itu terjadi Kamis pekan lalu. Adapun dirinya baru mengetahuinya sehari setelah kejadian. Saat aksi bullying terjadi, ruangan kelas memang tidak ada proses belajar mengajar karena ada guru yang tidak masuk sekolah.

Saat terdengar ada kegaduhan, guru lain sempat mengecek ke lokasi kejadian. Namun, para siswi berdalih bahwa kegaduhan itu muncul karena ada rekannya yang sedang ulang tahun. Belakangan, ia baru tahu ada siswinya yang dirisak oleh temannya dari medsos.

"Jumat baru kami tahu dari video yang beredar. Saya langsung suruh guru BK untuk menjemput orang tua pelaku dan korban. Kami mediasi dan kedua pihak menyatakan berdamai," tandasnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook