alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bully Teman Kelas, 7 Siswi SMP di Pangkep Dikenai Wajib Lapor

Muhammad Subhan
Bully Teman Kelas, 7 Siswi SMP di Pangkep Dikenai Wajib Lapor
Suasana ruang kelas VIII SMP 1 Minasatene yang menjadi lokasi bully terhadap salah seorang siswi. Foto/SINDOnews/M Subhan

PANGKEP - Kepolisian Resor (Polres) Pangkep sudah menerima laporan kasus bullying terhadap seorang siswi SMP berinisial SR (13) di Kabupaten Pangkep, Sulsel. Penanganan kasus tersebut diserahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reskrim Polres Pangkep.

Kepolisian sudah mengidentifikasi ada tujuh pelaku yang diduga terlibat dalam aksi bullying yang belakangan viral di media sosial (medsos) tersebut. Dua di antara pelaku ditengarai bahkan menampar korban. Adapun para pelaku kini dikenai wajib lapor oleh kepolisian.

"Pelakunya 7 orang, semuanya saat ini wajib lapor dan masih dalam pemeriksaan penyidik," kata Kasubbag Humas Polres Pangkep, Aipda Agussalim, Senin (20/1/2020). (Baca Juga: Viral Siswi SMP di Pangkep Dibully Teman Kelas, Orangtua Lapor Polisi)



Menurut Agussalim, dalam penanganan kasus ini, pihaknya akan mengedepankan upaya mediasi. Musababnya, para pelaku dan korban merupakan anak di bawah umur. Mereka masih harus bersekolah dan fokus pada pendidikannya.

"Prosesnya kita lihat nanti, yang jelas kami akan kedepankan mediasi karena baik korban maupun pelaku masih dibawah umur," terang Agussalim.

Mediasi yang akan digelar kepolisian juga akan melibatkan Dinas Pendidikan. Dari pengakuan orangtua korban, SR sendiri rencananya akan dipindahkan ke sekolah lain pasca-perisakan yang dialami korban.

Kepala Sekolah SMP 1 Minasatene, Hartina, mengaku tidak tinggal diam atas kejadian tersebut. Upaya mediasi diklaimnya sudah dilakukan dan berujung damai. Namun, ia tidak menyangka orang tua korban melanjutkan laporannya ke kepolisian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di sekolah, ada dua siswi yang mengaku menganiaya SR. Mereka adalah GR (14) dan DH (14). Hartina menyebut motif pelaku merisak korban hanya gara-gara kesal atas utang yang belum dibayarkan korban. (Baca Juga: Siswi SMP di Pangkep Bully Teman Kelas Gegara Utang)

SR diketahui meminjam uang dan ponsel salah satu pelaku. Namun, korban tidak mengembalikannya hingga waktu yang disepakati.

"Jadi ini persoalan peminjaman barang yang berujung pemukulan. Korban dinilai memberi harapan palsu kepada kedua pelaku," tandasnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook