TOPIK TERPOPULER

Bertemu Organisasi Buruh, Plt Gubernur Bahas Peningkatan Keahlian Pekerja

Tim SINDOnews
Bertemu Organisasi Buruh, Plt Gubernur Bahas Peningkatan Keahlian Pekerja
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman berbuka puasa bersama pimpinan organisasi buruh dan direksi BPJS Ketenagakerjaan wilayah Maluku Sulawesi, Jumat (30/4). Foto: Humas Pemprov Sulsel

MAKASSAR - Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman bertemu sejumlah organisasi buruh, Jumat (30/4). Salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu adalah peningkatan keahlian para pekerja atau buruh.

Menurut Sudirman Sulaiman, keahlian para pekerja dapat ditingkatkan melalui pelatihan. Hal itu dapat ditempuh dengan mengikutkan para pekerja dalam pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

Baca juga: Hari Buruh, Pengusaha Diingatkan Bayar THR Penuh dan Tepat Waktu

"Kita juga bicara dengan teman-teman terkait bagaimana peningkatan skill sudah ada teman-teman Serikat Pekerja Serikat Buruh dan lainnya sudah pernah di BLK, termasuk untuk peningkatan skill, bahasa, teknologi IT, komputerisasi,” ucap Sudirman Sulaiman dikutip dari website Pemprov Sulsel, Sabtu (1/5).

"Itu bagus, justru itu positif. Kita saling mengisi, saling berbagi informasi tentang apa kebutuhan teman-teman dari Serikat Buruh dan Serikat Pekerja, dan apa yang bisa pemprov kerjasamakan dengan mereka,” lanjutnya.



Baca juga: Pengurus Pertina Makassar Periode 2021-2025 Dilantik

Adapun organisasi buruh tersebut yakni Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI), Konfederasi Serikat Nusantara (KSN), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Federasi Serikat Pekerja (FSP) Kahutindo, Gabungan Serikat Buruh Nasional (GSBN), Gabungan Serikat Buruh Mandiri Indonesia (GSBMI), dan Federasi Perjuangan Buruh Nasional Konfederasi Serikat Nasional (FPBN KSN).

Di saat yang sama, Plt Gubernur Sulsel juga menerima kunjungan Direksi BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Wilayah Sulawesi Maluku. Pertemuan itu membahas kerja sama dengan Pemprov Sulsel untuk jaminan kesehatan bagi tenaga nonaparatur sipil negara (ASN).

Baca juga: Ponpes Abdul Aziz Baraka Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

Plt Gubernur juga menjelaskan bahwa, jaminan tenaga kerja bagi ASN masih menggunakan taspen. tapi di tahun 2029 nanti, dilakukan penyeragaman dengan penggunaan jaminan tenaga kerja dari BPJS Ketenagakerjaan.



"BPJS Ketenagakerjaan ini bagus ya karena bisa mencakup juga JHT (jaminan hari tua),” ungkapnya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!