alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Rekonstruksi, Pelaku Pembunuhan Mahasiswi UIN Peragakan 28 Adegan

Faisal Mustafa
Rekonstruksi, Pelaku Pembunuhan Mahasiswi UIN Peragakan 28 Adegan
Rekonstruksi pembunuhan yang mahasiswi UIN yang dilakukan oleh pacarnya sendiri karena diduga hamil 4 bulan. Foto: Sindonews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Jajaran Unit Reskrim Polsek Manggala merekonstruksi kasus dugaan pembunuhan mahasiswi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) berinisial AH (23) di rumah kontrakan milik keluarga korban Kompleks Perumahan Citra Elok B2 Jalan Tamangapa RW 03, RT 03 Raya 5, Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Selasa (21/1) sekira pukul 11.00 Wita.

Sebanyak 28 adegan diperagakan tersangka Ridhoyatul Khair (21) yang berlangsung di dalam kamar dan dapur rumah kontrakan korban. Pengawalan ketat dilakukan polisi lantaran kerabat korban dan warga sekitar lokasi memadati rumah kontrakan tersebut.

Kapolsek Manggala, Kompol Hasniaty menuturkan, rekonstruksi ini dilakukan untuk mencocokkan keterangan baik dari tersangka maupun saksi-saksi sebelumnya. Baca Juga: Mahasiswi UIN Alauddin Dibunuh Pacar Sendiri karena Hamil 4 Bulan



“Ada 28 adengan yang dilakukan tadi saat rekonstruksi. Dari adengan yang dilakukan tersangka tadi sudah sesuai dengan perbuatannya pada saat itu. Jadi kita tidak menemukan adanya bukti-bukti yang baru,” katanya usai rekonstruksi.

Dari pantauan SINDONews, proses rekonstruksi berlangsung tertutup wartawan hanya dibolehkan mengambil gambar dari pintu pagar rumah kontrakan. Hasniaty menjelaskan tersangka melakukan pembunuhan pada adegan ke 15.

"Pembunuhannya di adegan ke 15. Sebelumnya itu disekap, setelah disekap tersangka mengecek korban ternyata masih bernafas. Setelah itu pelaku ke dapur ditemukanlah pisau, tidak digorok, tapi diiris, satu kali tarikan," ungkapnya.

Pada saat rekonstruksi, lanjut Hasniaty penyidik menghadirkan saksi-saksi dari teman sekamar korban yang pertama mendapati Asmaul Husna tidak bernyawa lagi di dalam kamarnya dengan wajah tertutup bantal dan bersimba darah.

“Saksinya ada dua orang yakni sepupu korban, pemilik rumah dan tersangka bersama penasehat hukumnya,” ujarnya.

Dituturkan Kapolsek, proses hukum kasus pembunuhan mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini telah memeriksa lima saksi diantaranya dua rekannya yakni Satriani dan Nunu.

“Motifnya ada sesuatu yang diperdebatkan yang belum ada solusinya sampai emosi. Pokoknya ada sesuatu. Pasalnya 338 KUHPidana tentang pembunuhan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” pungkasnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook