alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PUPR Gowa Bangun Jalan Pendukung Jembatan Alternatif Inspeksi Kanal

Herni Amir
PUPR Gowa Bangun Jalan Pendukung Jembatan Alternatif Inspeksi Kanal
Jembatan inspeksi kanal telah selesai dibangun. Dinas PUPR berencana membangun jalan agar jembatan itu dapat digunakan. Foto: SINDOnews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Guna memaksimalkan penggunaan jembatan alternatif inspeksi kanal yang berada di Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gowa akan meninggikan bahu jalan.

Peninggian tersebut masing-masing dilakukan pada sisi kiri atau ke arah Al-Ashar Hertasning. Jalan akan dibangun dengan ketinggian 1,6 meter, panjang 41 meter dan kemiringan jalan (ramp) 11 persen ramp.

Sementara pada sisi kanan atau ke arah Patung Massa dengan ketinggian 1,2 meter, panjang 33 meter dan kemiringan jalan (ramp) 11 persen.



Kadis PUPR Kabupaten Gowa, Mundoap mengatakan, untuk pembangunan jembatan alternatif telah selesai 2019 lalu dengan menggunakan anggaran APBD 2019 sekitar Rp1,5 miliar.

"Sekarang jembatan belum dapat dimanfaatkan pengendara karena ketinggian jembatan dengan jalan saat ini belum seimbang," ujarnya, Selasa (21/1/2020).

Jalan yang akan dibangun nantinya, akan sama tinggi dengan jembatan yang telah dibangun saat ini. Sehingga sebelum naik ke jembatan, ada jalan yang mengarah naik, baik di sisi kanan maupun sisi kiri kanal.

Ia menjelaskan, konstruksi jembatan alternatif tersebut sengaja ditinggikan dari bahu jalan sesuai aturan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang yang merupakan penanggung jawab dari saluran Inspeksi Kanal Citraland.

Sehingga, saat ingin dilakukan pembukaan jalur dengan membangun jembatan terjadi proses yang panjang.

"Pihak balai tidak menginginkan jika fondasi atau gelagar jembatan yang akan dibangun rata dengan jalan saat ini. Pasalnya jika jembatan sejajar dengan jalan, otomatis gelagarnya akan turun dan menghambat saluran air yang datang, air tidak akan melintas," terang dia.

Olehnya itu, pihak balai menginginkan perubahan perencanaan dengan menaikkan ketinggian jembatan dari bahu jalan minimal konstruksi jembatan yang dibangun setinggi Jembatan Citraland dan Jembatan Patung Massa.

Dampak jika gelagar jembatan menghambat saluran saat terjadi ketinggian air akan mudah merobohkan jembatan karena sampah yang ada dalam saluran akan tersumbat makanya harus dinaikkan.

Pembangunan jembatan ini sesuai instruksi Bupati Gowa demi mengurai kemacetan di arah Pacci'nongan, Jalan Andi Tonro dan Jalan Kacong Dg Lala. Termasuk membuka arus bagi pengendara jika ingin memutar arah.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Gowa, Rusli Rauf menambahkan, kondisi jembatan alternatif yang dinilai dibongkar menurutnya adalah penilaian keliru. Banyaknya tumpukan bambu dan patahan papan kayu merupakan bambu penyangga pengecoran dan papan cor.

"Bambu dan papan cor itu memang harus dilepas kalau sudah dilakukan pengecoran. Jadi tidak ada yang dibongkar, sementara yang di depan jembatan itu adalah perencanaan pembangunan jalan yang akan ditinggikan," tambahnya.

Sementara, untuk pengerjaan oprit dan ramp jembatan yang akan dibangun pada 2020 ini akan menggunakan pagu dana sekitar Rp484 juta.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook