alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gegara Persoalan Sapi, Aktivis Tuding Wabup Bulukumba Tukang PHP

Eky Hendrawan
Gegara Persoalan Sapi, Aktivis Tuding Wabup Bulukumba Tukang PHP
Sejumlah aktivis menyampaikan aspirasi ke pihak DPRD Bulukumba perihal persoalan dugaan korupsi pengadaan sapi di Desa Singa, Kecamatan Herlang. Foto/SINDOnews/Eky Hendrawan

BULUKUMBA - Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, dicap sebagai pemberi harapan palsu alias PHP. Hal itu dilontarkan aktivis yang juga Koordinator Aliansi Pelajar dan Mahasiswa (Apmah) Bulukumba, Jalal Bacthiar, saat menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Bulukumba, Selasa (21/1/2020).

Tudingan tukang PHP terhadap Wabup Tomy merujuk pada janji penuntasan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sapi di Desa Singa, Kecamatan Herlang. "Wakil Bupati Bulukumba Tomy Satria Yulianto seperti tukang PHP kepada masyarakat Desa Singa, Kecamatan Herlang," kata Jalal Bachtiar.

Jalal mengaku kecewa dengan Wabup Tomy yang merupakan Ketua Tim Tindak Lanjut Pengawasan terkait persoalan tersebut. Musababnya, orang nomor dua di Bulukumba itu dalam pertemuan sebelumnya pernah berjanji akan menurunkan tim khusus dari Inspektorat Bulukumba guna menuntaskan persoalan sapi tersebut.



"Sampai saat ini timsus yang dijanjikan oleh Wabup Tomy tidak pernah turun. Katanya permasalahan dugaan korupsi pengadaan sapi telah dibahas di Pemkab Bulukumba," ujar dia.

Diketahui pengadaan sapi ini merupakan program kerja Disnaker Bulukumba melalui program padat kerja dengan nilai Rp141 juta untuk 7 ekor sapi. Hal itu berbeda dengan keterangan mantan Kepala Desa Singa, Muh Satria, yang menyebut jika nilai anggaran program tersebut hanya Rp80 juta.

Dalam proyek ini, kelompok ternak yang seharusnya menerima didiga fiktif. Bahkan ada dugaan sapi yang dihadirkan pada saat tim Inspektorat melakukan peninjauan merupakan sapi milik warga. Hal itu dilakukan sebatas sebagai bukti jika program tersebut berjalan.

Ketua Komisi B DPRD Bulukumba, Fahidin HDK, yang menerima aspirasi masyarakat itu mengaku akan membawa persoalan itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Hal itu dilakukan guna mendapatkan penjelasan atas dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut.

"Kita sudah terima aspirasi ini dan akan kita teruskan ke pimpinan untuk dilakukan RDP karena dalam kasus ini ada dua komisi yang dilibatkan, yakni Komisi B dan Komisi A," tandasnya.

Sementara itu, Wabup Tomy menegaskan tidak ada permasalahan terkait pengadaan sapi tersebut. Tidak ditemukan adanya pelanggaran atas kegiatan tersebut. Ia berpendapat pernyataan kelompok yang menudingnya berbohong sangat tendensius dan menyimpulkan tanpa klarifikasi.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook