alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dipenjara 5 Tahun, Eks Sekretaris KPU Juga Harus Bayar Rp6.4 Miliar

Muhammad Chaidir
Dipenjara 5 Tahun, Eks Sekretaris KPU Juga Harus Bayar Rp6.4 Miliar
Sidang agenda putusan kasus korupsi mantan Sekertaris KPU Kota Makassar, Muhammad Sabri, kemarin. Foto : Muhammad Chaidir/SINDOnews

MAKASSAR - Tangis sedih, mantan Sekretaris KPU Kota Makassar, Muhammad Sabri akhirnya pecah juga usai mendengar vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Makassar.

Sabri tampaknya tak kuasa menerima hukuman lima tahun enam bulan penjara berikut kewajiban membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp6,42 miliar.

Dalam amar putusannya yang dibacakan kemarin, hakim menyebut Sabri terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan korupsi tersebut. Oleh karena itu Hakim memerintahkan Jaksa untuk menyita semua aset milik Sabri jika dalam setahun Sabri tak mampu membayar uang pengganti sebesar Rp6,42 miliar tersebut.



"Menimbang berdasarkan keterangan saksi-saksi yang memberatkan, menimbang bahwa adanya bukti-bukti, menimbang bahwa terjadinya gagal bayar pada sejumlah pihak, maka dengan ini Muhammad Sabri dijatuhi hukuman pidana penjara lima tahun enam bulan berikut denda Rp50 juta dan kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp 6,42 miliar," ujar ketua Majelis Hakim, Daniel Pratu.

Sementara itu kondisi yang sama juga dirasakan Habibie, ia hanya bisa meratapi nasibnya usai turut dianggap bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai pasal 3 Undang-undang Tipikor jo pasal 55 KUHpidana.

Ia juga tak kuasa menahan tangis, lantaran dihukum 5 tahun dengan denda Rp 50 juta, meski mengakui bahwa ia hanyalah seorang bendahara dadakan yang dipaksa menjabat.

Hakim menyebut perbuatan Habibie tak dapat ditolerir mengingat terbuktinya sejumlah perbuatan yang dituduhkan Jaksa.

Ditemui usai sidang, Habibie sendiri melalui kuasa hukumnya, Abdul Gafur mengaku sangat kecewa lantaran ikut dipersalahkan. "Sangat disayangkan, Habibie yang kita anggap hanya dipaksa sebagai bendahara justru dikesampingkan majelis, padahal kami pikir itu menjadi poin meringankan," ungkap Gofur.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook