TOPIK TERPOPULER

Pemkot Parepare Periksa Kualitas Daging di Pasar Lakessi

Darwiaty Dalle
Pemkot Parepare Periksa Kualitas Daging di Pasar Lakessi
Pengecekan kualitas bahan pangan daging oleh Tim Keswan Dinas PKP Parepare di pasar Sentral Lakessi, Selasa (4/5). Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle

PAREPARE - Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang daging di Pasar Semi Modern Lakessi, Selasa (4/5).

Dalam sidak itu, Tim Kesehatan Hewan Dinas PKP yang dipimpin Kepala Dinas PKP Parepare, Wildana secara acak melakukan uji kualitas daging sapi, ayam dan ikan. Pengujian ini untuk memastikan kualitas dan kelayakan daging dikonsumsi masyarakat.

Baca juga: Suhartina Bohari Serahkan Zakat Rp250 Juta ke Baznas Maros

Dari sejumlah sampel daging yang diuji, jelas Wildana, hasilnya negatif dan dipastikan aman dikonsumsi oleh masyarakat.

"Stok daging, ikan dan ayam di pasaran juga masih aman dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat konsumen hingga lebaran mendatang," jelasnya.



Sementara itu, salah satu dokter hewan dari Tim Keswan Dinas PKP, Nurdin mengatakan, pemeriksaan kualitas dan mutu bahan pangan daging dilakukan setiap jelang Idulfitri. "Termasuk kuantitas daging yang dipasarkan," katanya.

Baca juga: Penyelesaian Batas Wilayah Kabupaten Gowa Mengacu pada Topdam

Hal itu, tambah Nurdin, juga untuk memastikan jika daging yang dipasarkan dalam wilayah Parepare dijamin dari sisi kualitas dan kuantitasnya.

"Kami dapat simpulkan hari ini bahwa tidak ada, baik dari daging maupun dari pemeriksaan kualitas daging unggas yang menyimpang. Hampir semua organ yang kita lakukan pemeriksaan baik di daging sapi maupun di unggas itu normal semua,” papar Nurdin.

Baca juga: Mal Ratu Indah dan Nipah Konsisten Terapkan Protokol Kesehatan



Pemantauan ini ucap Nurdin, merupakan langkah awal Tim Kesehatan Dinas PKP untuk menjamin kualitas dan ketersediaan daging di pasar. Pihaknya mengimbau pedagang agar tidak menyimpan daging dagangannya dengan menggunakan bahan berbahaya seperti pengawet formalin, karena merugikan konsumen.

"Semua itu akan kita pantau dan evaluasi, dan ini kita lakukan hingga dua atau tiga hari sebelum lebaran,” tandas Nurdin.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!