alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sutradara Film Ati Raja Tutup Usia, BPPD Sulsel Berduka

Suwarny Dammar
Sutradara Film Ati Raja Tutup Usia, BPPD Sulsel Berduka
Sutrada film lokal Ati Raja Shaifuddin Bahrum semasa masih hidup. Foto/Instagram Shaifuddin Bahrum

MAKASSAR - Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Shaifuddin Bahrum, sutradara film Ati Raja. Shaifuddin yang dikenal sebagai penulis artikel sastra dan cerpen di akhir karirnya telah membuka mata dunia tentang kehidupan keberagaman masyarakat Tionghoa di Sulsel.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulsel, Akbar Nugraha, menyebut karya Shaifuddin melalui film Ati Raja begitu menggugah. Tak heran bila karya itu mendapat support penuh dari pemerintah provinsi. "Bagian yang tidak terlepas dari keberadaan etnis tionghoa di Sulsel. Film Ati Raja telah menggugah perbedaan itu indah," kata Akbar, dalam rilisnya kepada SINDOnews, Rabu (22/1/2020).

Di mata Akbar, Shaifuddin bisa dibilang merupakan sosok pluralis. "Pak Udin (sapaan Shaifuddin) telah membantah klaim etnis Tionghoa adalah golongan komunis yang menimbulkan hilangnya rasa pertemanan. Bantahan ini disampaikan pak Udin melalui karya-karyanya," terang dia.



Menurutnya, Sulsel telah kehilangan lagi sosok atau tokoh budaya yang mampu merekatkan tali persaudaraan antara pribumi dan non-pribumi. "Karya-karya itu bisa dilihat dari apa yang telah dilakukan pak Udin. Terima Kasih atas karyamu pak Udin. Selamat jalan," ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, melalui BPPD mengajak seluruh masyarakat Sulsel nonton bareng film Ati Raja. Masyarakat pun tampak menyambut baik imbauan Gubernur Sulsel untuk mencintai karya film biografi Ho Eng Dji itu.

Film ini bercerita tentang hidup seorang penyair dan musisi Makassar yang lahir di Kassi Kebo pada 1906 dan wafat pada 1960.

Saat itu penayangan hari ke-6 Film “Ati Raja” yang dilaunching pada Kamis, 7 November, lalu masih ramai dipadati penonton dari pelbagai kalangan.

Film karya sineas lokal Shaifuddin Bahrum itu ditayangkan di bioskop-bioskop di Kota Makassar dan beberapa kota di tanah air. Antara lain di XXI, Studio 21, CGV, dan Cineplex.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook