alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ditlantas Polda Sulsel Godok Sistem Elektronik Registrasi Identifikasi

Faisal Mustafa
Ditlantas Polda Sulsel Godok Sistem Elektronik Registrasi Identifikasi
Ditlantas Polda Sulsel tengah menggodok penggunaan ERI. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulsel tengah menggodok pengaplikasian Elektronik Registrasi Identifikasi (ERI). Ini adalah sistem pendataan di bidang registrasi dan identfikasi elektronik yang dikerjakan di bagian BPKB.

Kepala Subdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Ditlantas Polda Sulsel, Kompol Muhammad Yusuf Usman mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi seperti kepolisian, Bapenda, Jasa Raharja dan semua unsur yang ada di Samsat.

Nantinya kata Yusuf, sistem ini bisa memudahkan masyarakat, dan petugas dalam hal pendataan kendaraan yang harus membayar pajak ataupun pelaksanaan perpanjangan STNK. Sistem ini telah diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.



"ERI itu sementara kita proses. Jadi saya tidak bisa beri statement banyak, karena sekarang by proses. Itu intinya adalah bisa bantu pelayanan. Jadi nanti STNK, BPKB sudah bentuknya digital, nanti ada semua kaitannya dengan pajak, dan hal-hal yang berhubungan dengan kendaraan," ungkapnya kepada SINDOnews melalui sambungan telepon, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, saat ini data-data dari berbagai instansi sementara disatukan dan divalidasi. Ke depannya masyarakat serta petugas tidak lagi mengecek dokumen kendaraan secara manual.

"Pokoknya perampungannya dalam waktu dekat. Ini, sementara kita satukan datanya dari Bapenda, PJR. Dengan adanya data kendaraan yang sudah elektronik sifatnya, kita dengan mudah mengecek tidak lagi bersifat manual, arsip dulu. Tetapi semuanya bisa mudah, dengan smartphone mungkin," ujarnya.

Dia menjelaskan, selama ini masyarakat kurang sadar untuk mendaftarkan kendaraannya sesuai dengan data pemilik sebenarnya. Itu disebabkan banyaknya transaksi jual beli kendaraan yang tidak langsung dibaliknama.

"Sehingga data di registrasi kendaraan kurang valid atau tidak berdasarkan data pemilik yang sebenarnya, yang akhirnya sampai kepada terjadinya kasus pidana karena pemalsuan data kendaraan dan pemiliknya seperti plat nomor, STNK, BPKB, sampai KTP," papar Yusuf.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook