TOPIK TERPOPULER

20 Persen Kepala Sekolah di Makassar Bakal Diganti

Vivi Riski Indriani
20 Persen Kepala Sekolah di Makassar Bakal Diganti
Sebanyak 20% kepala sekolah tingkat SD dan SMP yang dianggap tidak produktif bakal diganti. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Nasib kepala sekolah (kasek) di ujung tanduk. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto tengah mengevaluasi kinerja untuk mengganti 20% kasek tingkat SD dan SMP yang dianggap tidak produktif.

Rencana tersebut mendapat respon dari Ketua Komisi D DPRD Makassar, Abdul Wahab Tahir. Menurut dia, kebijakan wali kota memangkas 20% kepala sekolah baik tingkat SD maupun SMP dianggap sebagai langkah tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Makassar.

"Kalau hal itu harus dilakukan silahkan saja selama untuk peningkatan kualitas layanan kepada rakyat dan peningkatan mutu pendidikan kita. Terpenting untuk kesejahteraan tenaga pendidik kita," kata Wahab, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Pastikan Sekolah Tatap Muka Aman, Siswa SD-SMP Bakal Dites Covid-19

Dia menilai tidak semua kepala sekolah memiliki iktikad tidak baik. Sebab, ada pula kepala sekolah yang bekerja maksimal. Sehingga penting untuk dilakukan evaluasi secara terperinci.



"Jadi ada yang baik dan sempurna menjalankan tugasnya, tapi tidak sedikit juga yang gagal menjalankan kewajibannya yang melekat pada kewenangannya," papar dia.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto secara tegas memberikan rapor merah kepada beberapa kasek di Kota Makassar, baik tingkat SD maupun SMP.

Menurut dia, penggantian sejumlah kasek ini bagian dari resetting pemerintahan. Evaluasi kinerjanya juga dilakukan tidak secara sepihak, namun melalui proses penilaian yang matang.

"Kami tidak asal pangkas. Ada penilaian dimana kita menggantinya. Salah satunya jejak digital mereka di media sosial," kata Danny, Selasa (4/5/2021).

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Dorong Sekolah Lakukan Transformasi Digital



Dia menyampaikan, dari hasil penelusuran ada beberapa kepala sekolah yang secara terang-terangan tidak menunjukkan iktikad baik terhadap pemerintahan yang dipimpinnya. Bahkan ada juga pihak yang menyerang secara personal.

Kata dia, kasek yang terjaring sementara dievaluasi. Danny tidak ingin gegabah dan salah langkah. Jelasnya, pemangkasan itu akan diumumkan setelah penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2021.

"Itu semua nanti yang akan kita ganti. Jadi sekitar 20%. Sekarang ini, nama-nama yang kita evaluasi masih berproses dan diumumkan nanti setelah penerimaan peserta didik baru (PPDB)," ucap dia.



(agn)

halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!