alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkot Siapkan Rp73 Miliar untuk Proyek Dua Rumah Sakit

Vivi Riski Indriani
Pemkot Siapkan Rp73 Miliar untuk Proyek Dua Rumah Sakit
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali melanjutkan pembangunan dua rumah sakit tipe c tahun ini. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp73 miliar. Foto : Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali melanjutkan pembangunan dua rumah sakit tipe c tahun ini. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp73 miliar untuk RS Batua dan RS Jumpandang Baru.

Kedua rumah sakit ini sebelumnya dikerjakan langsung oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar. Namun, tahun ini dialihkan ke Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar. Alasannya, agar pengerjaan proyek fisik ini bisa selesai tepat waktu dan tidak menimbulkan persoalan hukum.

Kepala Bidang Prasarana Bangunan Pemerintah Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Subir mengatakan pembangunan lanjutan kedua rumah sakit tersebut tinggal menunggu perencanaan sebelum ditender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). "Belum ada jadwal lelang, kita masih tunggu perencanaannya," singkat Zuhaelsi, kemarin.



Khusus untuk pembangunan tahap II RS Batua, Dinas PU Kota Makassar mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar. Sedangkan, pembangunan lanjutan RS Jumpandang Baru yang terletak di Jalan Ir Juanda Kecamatan Tallo sebesar Rp23 miliar.

Sementara, Kepala Bidang Bina Teknik Dinas PU Kota Makassar, Ansuard menyampaikan dokumen perencanaan kedua proyek tersebut belum rampung.

Perencanaan kedua proyek tersebut masih berada di Dinas Kesehatan Kota Makassar. "Belum ada di kita perencanaannya, masih di Dinas Kesehatan," ucap Ansuard.

Khusus proyek pembangunan RS Batua Tahap II, kata Ansuard telah dilakukan serah terima dokumen akhir tahun lalu. Hanya saja, perencanaan itu masih perlu direvisi sesuai dengan instruksi tim ahli dari Universitas Hasanuddin (Unhas).

Sedangkan revisi perencanaan itu masih kerjakan oleh konsultan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar. "Saya belum tahu apakah sudah direvisi atau belum oleh konsultannya mereka," ujarnya.

Seharusnya, menurut Ansuard ketika ada instruksi untuk revisi konsultan perencana langsung melakukannya di tahun anggaran berjalan. Namun itu tidak dilakukan sehingga proyek pembangunan RS Batua mandek selama setahun.

Sementara untuk proyek pembangunan RS Jumpandang Baru, Ansuard mengaku tidak ada persoalan. Pihaknya tinggal menunggu pelimpahan perencanaan dari Dinas Kesehatan. "Kita tinggal tunggu perencanaanya, kalau ada masalah berarti dijustifikasi teknis dan diiturunkan tim ahli untuk mengkaji, tapi kalau tidak kita lanjutkan pembangunnnya," bebernya.

Olehnya itu, dia berencana akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait kesiapan proyek pembangunan RS Batua dan RS Jumpadang Baru.

Tujuannya agar kedua proyek ini bisa secepatnya ditender. "Insya Allah dalam waktu dekat ini kita koordinasi dengan Dinas Kesehatan, tapi kita sudah siapkan dana cadangan untuk revisi itu Rp100 juta setiap rumah sakit," tutupnya.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook