alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Mahasiswa Demo Desak Pembentukan Luteng

Chaeruddin
Hari Perlawanan Rakyat Luwu, Mahasiswa Demo Desak Pembentukan Luteng
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan pembentukan Provinsi Luwu Raya. Foto/SINDOnews/Chaeruddin

BELOPA - Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Wija To Luwu menggelar aksi unjuk rasa di dua titik di Kabupaten Luwu, Sulsel pada Kamis (23/1/2020). Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan desakan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah (Luteng) yang akan memuluskan rencana pembentukan provinsi Luwu Raya.

Demonstrasi mahasiswa kali ini terasa istimewa lantaran digelar bertepatan dengan Hari Perlawanan Rakyat Luwu yang ke-74 tahun dan Hari Jadi Luwu ke-752 tahun yang diperingati setiap tanggal 23 Januari. Momentum hari besar itu semakin mengobarkan semangat mahasiswa untuk mendesak pembentukan Kabupaten Luteng.

"Di hari bersejarah ini, kami Wija To Luwu kembali turun ke jalan menuntut pemerintah pusat dan provinsi untuk pencepatan pemekaran Luwu Tengah dan mencabut moratorium daerah otonomi baru atau DOB," ujar koordinator aksi, Ardianto Palka.



Mahasiswa juga mendorong empat pemerintah daerah (Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara dan Palopo) turut mengusulkan pembentukan provinsi Luwu Raya. "Pernyataan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang menyebutkan tidak ada pemekaran selain wilayah Papua, telah melukai perasaan Wija To Luwu. Kami menilai pemerintah pusat tidak pernah serius mendengarkan suara Wija To Luwu," ucap dia.

Ardianto mengingatkan pemekaran ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Walenrang dan Lamasi (Walmas). Musababnya, selama ini dalam melakukan pengurusan administrasi kependudukan misalnya, warga harus menempuh jarak sejauh 90 sampai 100 kilometer ke Belopa, ibu kota Kabupaten Luwu.

Secara geografis, Ardianto menerangkan Walmas juga terpisah dengan kabupaten induknya yaitu Kabupaten Luwu. Daerah ini malah diapit oleh Kota Palopo yang juga wilayah pemekaran dari Kabupaten Luwu.

"Syarat untuk menjadi DOB sudah dimiliki oleh Walmas, tidak ada alasan pemerintah pusat menahan keinginan masyarakat. Jangan sampai pemerintah tutup mata, menunggu kembali jatuhnya korban jiwa seperti tragedi Walmas 2013 silam," orasi para mahasiswa.

Untuk diketahui, aksi demonstrasi aliansi Wija To Luwu sudah berlangsung dua hari sejak Rabu kemarin. Secara garis besar ada tiga tuntutan mereka.

Pertama, mendesak pemerintah pusat segera mempercepat pembentukan DOB Luteng. Kedua, mendesak Presiden RI, Joko Widodo, memberikan diskresi untuk pembentukan Kabupaten Luteng dan ketiga, mendesak pemerintah pusat membentuk provinsi Luwu Raya sebagai daerah istimewa sebagaimana janji negara kepada Raja Luwu pada masa lalu.

Dari pantauan SINDOnews, aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung di dua titik. Pertama di sekitaran Jembatan Makawa, Walmas dan kedua di perempatan lampu merah di Kecamatan Bua. Demo di dua lokasi ini berjalan damai. Polisi mengawal aksi unjuk rasa ini hingga akhirnya membubarkan diri dengan tertib.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook