alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Berkas Kasus Penipu Polisi Bermodus Travel Umrah-Haji Dinyatakan Lengkap

Faisal Mustafa
Berkas Kasus Penipu Polisi Bermodus Travel Umrah-Haji Dinyatakan Lengkap
Berkas kasus penipuan bermodus travel umrah dan haji, dimana korbannya seorang polisi dinyatakan sudah lengkap alias P21. Foto/Ilustrasi/Okezone

MAKASSAR - Berkas kasus dugaan penipuan bermodus travel umrah dan haji yang ditangani Polres Pelabuhan Makassar dinyatakan lengkap alias P-21. Olehnya itu, kepolisian pun menyerahkan tersangka yakni Andi Halwatiah (33) beserta barang buktinya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.

Dalam kasus ini, Halwatiah dilaporkan melakukan penipuan terhadap terhadap sejumlah orang. Termasuk seorang polisi bernama Aipda Rustam yang mengalami kerugian hingga Rp349.700.000.

"Kalau waktunya (diserahkan) saya lupa sepertinya minggu lalu. Jelasnya masih proses di kejaksaan intinya sudah dilimpahkan, sudah P21. Tidak ada tersangka baru untuk sementara hanya Andi Halwatiah," kata Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim, Kamis (23/1/2020).



Kadarislam menjelaskan Halwatiah dalam kasus ini bertindak sebagai perekrut calon jemaah travel untuk diberangkatkan haji dan umrah pada tahun 2019. Tersangka merupakan pemilik Travel Insan Mulia yang disebutkan berkantor di Kabupaten Bone.

Dalam kasus ini, Aipda Rustam mulanya mendaftarkan diri bersama istrinya di travel tersebut pada Januari 2019 lalu. Oleh perusahaan, korban diwajibkan membayar Rp200 juta untuk pemberangkatan 2021.

Dalam prosesnya, pelaku kemudian kembali mengiming-imingi korban dengan penawaran lain. Jika ingin diberangkatkan, lebih cepat pada Oktober 2019, korban diminta menambah Rp140 juta.

Angka pembayaran bertambah seiring dengan iming-iming kelengkapan administrasi lainnya, sebelum diberangkatkan. Namun, hingga akhir 2019, korban tidak kunjung diberangkatkan yang membuatnya melaporkan pelaku ke kepolisian.

Kadarislam mengatakan penyidik masih mengidentifikasi kemungkinan masih ada beberapa korban lain dalam kasus tipu-tipu ini. "Korban tetap satu yang melapor, Pak Rustam yang lain belum mau melapor karena masih berharap uangnya bisa kembali," kata dia.

Kepolisian, lanjut dia, tetap membuka pintu pelaporan terhadap korban-korban lain yang hendak melaporkan kasus ini. Khususnya, bagi mereka yang berada di wilayah hukum Polres Pelabuhan Makassar. "Kecuali melapor di polres lain seperti di Kabupaten Sinjai karena dia dari sana awalnya," ungkap Mantan Kapolres Bone itu.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook