alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Petani di Gowa Dapat Kucuran 17.000 Ton Pupuk Bersubsidi

Herni Amir
Petani di Gowa Dapat Kucuran 17.000 Ton Pupuk Bersubsidi
Ilustrasi. Foto: Istimewa

SUNGGUMINASA - Sebanyak 17.000 ton pupuk bersibsidi siap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan petani di Kabupaten Gowa.

Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa, Sugeng Priyanto mengatakan, saat ini untuk pupuk yang sudah tersalur ke petani sudah mencapai 4.975 ton.

"Sementara sisanya akan terus mengalami proses distrubusi hingga seluruh kuota terpenuhi," ungkapnya, Jumat (23/1/2020)



Menurut Sugeng, umtuk menjamin pupuk langsung ke petani, pihaknya langsung turun ke lapangan memeriksa langsung pendistribusian.

Pendistribusian pun sudah dipercepat ke daerah-daerah yang disebut mengalami kelangkaan seperti Bajeng Barat dan Bontonompo. Saat ini, Distan sementara mengecek informasi kelangkaan pupuk di Bontolempangan.

Karena itu, dia berharap petani yang mengalami kesulitan menemukan pupuk bersubsidi bisa menginformasikan langsung ke kepala desa untuk disampaikan ke dinas. Sehingga dapat segera ditindaklanjuti.

Menurut dia, Kabupaten Gowa sebenarnya tidak mengalami kelangkaan pupuk seperti yang diberitakan selama ini, tapi pendistribusian yang agak terlambat. Ini bisa dilihat dari stok yang tersedia di gudang pupuk di Takalar.

"Sebenarnya kurang tepat dikatakan pupuk bersubsidi langka. Pendistribusian ini mengalami keterlambatan dikarenakan sistem terbaru yang digunakan untuk penyalurannya," jelasnya.

Penyaluran pupuk terutama pupuk subsidi saat ini menggunakan sistem terbaru yakni Elektronik Rencana Defintif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

"Untuk penyaluran pupuk bersubsidi melalui sistem e-RDKK, terlebih dahulu harus di print out. Kami baru bisa mengakses pupuk bersubsidi di Gowa tanggal 17 Januari 2020 lalu.
Kami sudah menyurat ke distributor produsen pupuk pada tanggal 7 Januari 2020 untuk dipercepat prosesnya," tambahnya.

Sugeng juga menegaskan bahwa pendistribusian pupuk ini tidak dapat dilakukan sekaligus secara bersamaan karena harus bergilir.

"Tidak ada kelangkaan pupuk, ada proses yang harus dilewati terutama untuk dataran tinggi. Terutama kapasitas kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pupuk secara bersamaan dalam jumlah besar sehingga penyalurannya harus bergilir," tambahnya.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook