alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Di Milad IPMAL XI, Ketua KNPI Minta Pemuda Miliki Kecerdasan Emosional

Chaeruddin
Di Milad IPMAL XI, Ketua KNPI Minta Pemuda Miliki Kecerdasan Emosional
Dialog kepemudaan dalam rangka rangkaian milad Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL) XI menghadirkan sejumlah narasumber. Foto: SINDOnews/Chaeruddin

LUWU - Dialog kepemudaan dalam rangka milad Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL) XI menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar kalangan, Jumat (24/1/2020).

Di antaranya Ketua KNPI Sulsel, Arham Basmin Mattayang, Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali, Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faizal Syam, Komisioner Bawaslu Kaharuddin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Alamsyah.

Ketua DPRD Luwu, Rusli Sunali, dalam kesempatan tersebut mengaku sangat mendukung kegiatan kepemudaan yang ada selama ini.



Sebagai legislator, Rusli mengaku telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Luwu, Basmin Mattayang dan Syukur Bijak. Khususnya dalam meletakkan anggaran yang berpihak bagi pendidikan dan kepemudaan.

"Terkait dengan substansi kegiatan kita ini tidak lain untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Luwu. Tujuannya adalah untuk memikirkan peran generasi muda ke depan," ujarnya.

"25 persen anggaran APBD Luwu berpihak untuk dunia pendidikan dan kepemudaan di Luwu. Bersama dengan Bupati Luwu, DPRD Luwu telah meletakan anggaran sebesar Rp375 miliar khusus di Dinas Pendidikan saja, baik terkait pembangunan fisik maupun peningkatan SDM," ujarnya.

Ketua DPRD Luwu itu mengatakan bahwa anggaran di atas, di luar anggaran untuk bantuan penyelesaian studi mahasiswa dalam APBD tahun anggaran 2020 yang dianggarakan sebesar Rp1 miliar.

Pendidikan anak usia dini juga dianggarkan secara terpisah sebesar Rp5 miliar.

"Dinas Pemuda dan Olahraga, kita anggarkan kurang lebih Rp5 miliar," katanya.

Disampaikan Rusli, Pemkab Luwu mendorong angka kurang lebih 25 persen untuk pendidikan dan kepemudaan padahal dalam UU hanya diwajibkan menganggarkan minimal 10 persen dari APBD.

Lebih jauh legislator PPP menjelaskan, kebijakan mendorong anggaran yang cukup besar itu karena dirinya bersama Bupati dan Wakil Bupati Luwu memiliki latar belakang pendidikan dan rekam jejak akademisi.

"Terkait generasi muda jangan kita ragukan perhatian pemerintah dan DPRD Luwu. Pemkab Luwu punya keinginan untuk mencerdaskan pemuda di Luwu, cerdas intelektual, stpiritual dan emosional. Sehingga ketika dia menguasai ketiga kecerdasan ini maka di manapun dia berada tentu akan sukses," ujarnya.

Sementara itu Ketua KNPI Sulsel, Arham Basim dalam materinya mengatakan bahwa pemuda hari ini punya tantangan yang lebih besar ke depan. Pemuda dituntut tidak hanya cerdas secara pendidikan formal, tetapi juga cerdas emosional.

"Pemuda harus punya kemampuan cepat menganalisis tantangan yang akan dihadapi lima sampai sepuluh tahun ke depan," ujarnya.

"Kalau tidak punya skill spesifik, ke depan teman-teman akan diganti oleh mesin yang canggih. Contohnya di China, sudah ada perusahaan yang 99 persen menggunakan teknologi mesin karena erornya lebih sedikit," tambahnya.

Ia mendorong agar para pemuda memiliki kemampuan dan keahlian. Jika tidak pemuda akan kalah dan tertinggal oleh teknologi.

"Kita harus fokus ketika kita merasa passion kita sudah ketemu. Misalkan passion kita menyanyi jangan ambil jurusan lain, fokus asah bakat kita, jangan ikut-ikutan, ujung-ujungnya tiba-tiba ingin jadi anggota DPRD," kata Arham.

Soal anggaran yang telah diletakan oleh Pemkab Luwu dan DPRD, kata Arham menjadi tanggung jawab bersama untuk mengawalnya.

"Anak muda jangan menjadi pemuda yang gambo-gambo, harus berani katakan benar jika benar dan katakan salah jika itu memang salah, karena ke depan pemuda harus punya integritas dan komitmen," katanya.

Diungkapkan Ketua KNPI Sulsel itu, posisi pemuda di Sulsel 26,67 persen.

"Pastikan tidak menjadi beban bagi negara, pemuda harus memberikan kontribusi yang jelas," kuncinya.

Untuk diketahui, dialog kepemudaan dalam rangka milad IPMAL XI mengambil tema, "Sinergitas Pemerintah dan Pemuda Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di Era Milenilal".



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook