alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Seperti Zombie, Para Korban Virus Wuhan Ambruk di Jalan-jalan

Tim Sindonews
Seperti Zombie, Para Korban Virus Wuhan Ambruk di Jalan-jalan
Korban-korban Virus Wuhan mulai ambruk dan berjatuhan du jalan-jalan di Kota Wuhan, China. Foto : SINDOnews/Doc

BEIJING - Korban-korban Virus Wuhan mulai ambruk dan berjatuhan du jalan-jalan di Kota Wuhan, China. Seperti di film-film, para korban tampak seperti zombie yang tak berdaya dan langsung tergelepar di jalanan.

Pemandangan menakutkan ini terlihat di Wuhan, beberapa orang yang terinfeksi virus 2019-nCoV—jenis baru dari coronavirus yang ambruk langsung didekati para petugas medis berjas hazmat.

Data terbaru hingga sore kemarin (24/1/2020) menyebutkan jumlah kematian akibat virus tersebut telah meningkat menjadi 26, dengan jumlah kasus yang dikonfirmasi di seluruh China naik menjadi 876. Data ini dirilis media pemerintah, Global Times.



Salah satu video yang di-posting di Instagram yang menunjukkan petugas medis di Wuhan mengenakan jas hazmat dan masker gas mendekati pria yang ambruk menghadap ke lantai di sebuah gedung saat orang-orang lainnya lewat. Saksi mata mengklaim korban, yang mengenakan masker pelindung, kehilangan kesadaran dan pingsan saat mengantre untuk memperoleh dokumen. Kejadian menakutkan itu disaksikan oleh enam orang yang mengenakan masker putih.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis menyebut wabah "darurat di China", tetapi tidak menyatakan sebagai wabah darurat global. Komisi Kesehatan Nasional China terus merevisi data kasus dan kematian akibat virus 2019-nCoV sejak muncul di Wuhan 31 Desember 2019. "(Sebanyak) 34 orang (pasien) telah disembuhkan dan dipulangkan," kata komisi tersebut, seperti dikutip Channel News Asia

Untuk menghentikan penyebaran virus, pemerintah setempat di Wuhan—sebuah kota berpenduduk 11 juta orang—menangguhkan sebagian besar operasi transportasi mulai hari Kamis, termasuk penerbangan keluar, dan orang-orang diberitahu untuk tidak pergi keluar kota.

Beberapa jam kemudian, tetangga kota Wuhan, Huanggang—sebuah kota berpenduduk sekitar 7 juta orang—mengumumkan tindakan serupa.

"Penguncian 11 juta orang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kesehatan masyarakat," kata Gauden Galea, perwakilan WHO di Beijing.

Organisasi itu mengatakan, bagaimanapun, bahwa itu belum merekomendasikan pembatasan yang lebih luas pada perjalanan atau pun perdagangan. (Baca juga: Penduduk Wuhan Nyaris Menangis: Kamis Merasa Ini Akhir Dunia)

Jenis virus yang sebelumnya tidak dikenal diyakini telah muncul dari satwa liar, termasuk kelelawar buah, yang diperdagangkan secara ilegal di pasar hewan di Wuhan.

Ini telah membuat alarm karena ada sejumlah hal yang tidak diketahui sekitar virus ini. Masih terlalu dini untuk mengetahui betapa berbahayanya dan betapa mudahnya virus ini menyebar di antara manusia-ke-manusia.

Tidak ada vaksin untuk virus, yang dapat menyebar melalui transmisi pernapasan. Gejalanya meliputi demam, sulit bernapas dan batuk.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook