alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kian Agresif Salurkan KUR, BNI dan Kementan Sosialisasi Kostratani

Marhawanti Sehe
Kian Agresif Salurkan KUR, BNI dan Kementan Sosialisasi Kostratani
BNI dan Kementan menggelar sosialisasi sosialiasi KUR dan implementasi Kostratani di Wisma Negara, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (25/1/2020). Foto/Istimewa

MAKASSAR - BNI berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia mensosialisasikan program Kostratani atau Komando Strategis Pembangunan Pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan pemberdayaan kelembagaan petani melalui penguatan permodalan dan pendampingan. Melalui program Kostratani, penguatan permodalan di sektor pertanian dapat lebih tepat guna dan tepat sasaran.

Teranyar, BNI dan Kementan menggelar sosialiasi KUR dan implementasi Kostratani di Wisma Negara, Kota Makassar, Sulsel, Sabtu (25/1/2020). Acara ini merupakan salah satu wujud dukungan BNI untuk meningkatkan kesejahteraan petani demi sektor pertanian yang lebih baik dan menguntungkan.

Kegiatan ini merupakan merupakan rangkaian upaya sinergi antara BNI dan Kementan yang dimulai dari Palembang, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Nganjuk. Dalam kegiatan ini hadir 298 Kostratani sebagai pusat kegiatan pembangunan tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Selain itu juga hadir lebih 5.000 petani dari seluruh kabupaten lingkup Sulsel.



Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo berikut jajarannya, GM Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo dan Pemimpin BNI Wilayah Makasar Faizal A Setiawan.

GM Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo menyampaikan pihaknya siap berkontribusi dalam pembiayaan di sektor pertanian. Sejauh ini, realiasasi pembiayaan BNI kepada petani sudah melingkupi 193 ribu petani dengan nominal maksimum Rp2,36 Triliun.

Dengan kerja sama ini, BNI menargetkan realisasi pembiayaan 489 ribu petani dengan total mencapai Rp11,6 triliun. Adapun tahun ini, BNI fokus pada 13 titik penyaluran Kartu Tani yang dibantu oleh e-RDKK Kementan RI terkait potensi 5.000 Kostratani yang segera dilakukan tindak lanjut.

"Strategi BNI dalam mendukung sektor pertanian diwujudkan melalui implementasi konsep smartfarming BNI untuk mengawal budidaya pertanian melalui program BNI Gerakan Mengawal Pertanian 4.0 dan memaksimalkan potensi kewirausahaan pertanian dengan pembangunan RMU," ujarnya, Sabtu (25/1/2020).

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dalam arahannya menyampaikan Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang mendukung untuk pertanian. Kebutuhan produk pertanian tidak pernah habis karena terkait kebutuhan pokok dunia. Olehnya itu, perlu upaya bersama secara serius dengan memanfaatkan teknologi dalam bertani sehingga pengelolaannya lebih efektif.

Kementan menyiapkan Agriculture War Room sehingga pemantauan potensi lahan, kebutuhan pupuk, benih, proses produksi pertanian dan lainnya menjadi lebih mudah dan real time. Harapannya Indonesia mampu meningkatkan produksi pertanian dan mendukung program peningkatan eksport hasil pertanian yang berdampak pada terbukanya lapangan kerja dan peningkatan perekonomian.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Sarwo Edy, menambahkan rangkaian kegiatan dalam acara ini diharapkan dapat menjangkau petani dan Kostratani yang saat ini menjadi ujung tombak dan mesin penggerak untuk pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan meliputi sosialisasi KUR, asistensi pengisian form dan simbolis penyerahan KUR Pertanian dan Peternakan, temu teknis Kostratani dan sharing pengalaman dari petani milenial.

Kontribusi BNI

Sejak tahun 2017, BNI sudah ikut berkontribusi dengan memberikan sarana permodalan kepada para petani dalam bentuk KUR Tani. Tujuannya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas petani sehingga petani menjadi lebih sejahtera.

Sektor pertanian di Indonesia masih menjadi salah satu aspek penting sebagai roda penggerak ekonomi negara. Hal ini dikarenakan pertanian dari segi produksi menjadi sektor kedua paling berpengaruh setelah industri pengolahan. Sedangkan bila dibandingkan sektor lainnya pertanian masih berada di posisi teratas selain sektor perdagangan dan sektor konstruksi.

Saat ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Tahun 2018 telah terdapat 27.682.117 orang yang bergerak dalam usaha di bidang pertanian. Hal ini menunjukan bahwa sektor pertanian masih menjadi lahan yang potensial dalam mengembangkan usaha di sektor UMKM.

BNI secara konsisten menyalurkan permodalan kepada para petani dalam bentuk KUR Tani dengan pola pembiayaan langsung kepada petani (one on one). Pada tahun 2019, telah tersalurkan sebanyak Rp 1,54 Triliun kepada 118.701 petani di seluruh daerah di Indonesia.

Fokus BNI dalam meningkatkan kesejahteraan petani selain dengan sarana permodalan, dilakukan dengan pemberian pendampingan inklusi keuangan, Kartu Tani BNI dan jasa perbankan lainnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook