TOPIK TERPOPULER

Jelang Lebaran, Pertamina Jamin Stok BBM dan Elpiji Aman di Sulawesi

Suwarny Dammar
Jelang Lebaran, Pertamina Jamin Stok BBM dan Elpiji Aman di Sulawesi
Executive GM Regional Sulawesi PT Pertamina, Rama Suhut meninjau stok BBM, elpji dan avtur jelang lebaran Idul Fitri di Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina Region VII Sulawesi, Makassar, Jumat (7/5). Foto: SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - PT Pertamina Regional Sulawesi memastikan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM), elpiji dan avtur jelang lebaran Idul Fitri di Regional Sulawesi aman.

Executive GM Regional Sulawesi PT Pertamina (Persero), Rama Suhut menjelaskan, untuk memastikan seluruh stok BBM, elpiji dan avtur aman, pihaknya telah membentuk satgas dalam memantau seluruh pergerakan distribusi dan ketersediaan stok bagi masyarakat di area Sulawesi.

Baca juga: Beasiswa Pertamina Sobat Bumi Sasar Mahasiswa Asal Wilayah Operasi PT Pertamina

Dia menyebutkan, berdasarkan prediksi konsumsi produk BBM, elpiji dan avtur terhitung 26 April sampai 30 Mei, jika melihat dari tren penjualan untuk konsumsi gasoline seperti premium dan pertamax series akan mengalami kenaikan 3,5% dibandingkan harian normal. Di mana, dari konsumsi rata-rata normal di kisaran 6,799 kilo liter (kl) meningkat menjadi 7,039 kl selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Sementara, untuk konsumsi elpiji juga mengalami kenaikan baik PSO maupun non-PSO menjadi 5,3%, dari konsumsi harian rata-rata1,848 metrik ton (MT) menjadi 1,946 MT.



Demikian pula penggunaan avtur mengalami kenaikan 9,2% dari penggunaan harian 696 KL menjadi 760 KL selama Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI).

“Untuk konsumsi tertinggi gasoline selama RAFI diprediksi mulai terjadi pada 25 Mei dengan volume sebesar 9,404 kl atau naik sebesar 38% dibandingkan konsumsi normal. Estimasi selama masa satgas RAFI terjadi kenaikan dengan persentase konsumsi gasoline sebesar 3,5% atau 7.039 kl per hari terhadap konsumsi normal harian di angka 6,799 kl,” ujarnya dalam sesi press conference kesiapan satgas RAFI 2021, Pertamina Regional Sulawesi, via virtual, Jumat (7/05/2021), didampingi Region Manager Retail Sales Pertamina Sulawesi, Aribawa, Region Manager Supply & Distribution Pertamina Sulawesi Hari Purnomo dan Region Manager Corporate, Operations & Services, Sandi Ali Rahman.

Baca juga: Pemilik Sah, Pertamina Siapkan Aset di Pasar Minggu untuk Kepentingan Negara

Rama Suhut menuturkan, untuk konsumsi elpiji PSO diprediksi tertinggi terjadi pada tanggal Kamis 6 Mei dengan volume sebesar 1.759 MT atau naik sebesar 4% dibandingkan konsumsi normal. Begitu pula pada elpiji non PSO, konsumsi tertinggi diprediksi terjadi pada tanggal 18 Mei dengan volume sebesar 203 MT atau naik sebesar 25% dibandingkan konsumsi normal.

Rama menyebutkan, demi memaksimalkan layanan, pihaknya melakukan build up stock titik-titik SPBU yang menjadi jalur utama wisata dan jauh dari supply point, memastikan stok produk BBM dan elpiji dalam kondisi aman baik di terminal BBM maupun terminal LPG.



Tak hanya itu, pihaknya menyiagakan outlet produk unggulan (pertamax turbo & pertamina dex) di setiap kabupaten/kota. Termasuk melakukan kesiapan Satgas RAFI 2021 seperti pada layanan BBM dengan menyiagakan 448 SPBU reguler, 3 SPBU Company Owned Company Operated (COCO), 12 Company Owned Dealer Operated (CODO), dan Dealer Owned Dealer Operated (DODO), 22 SPBU mini/modular, 124 SPBU kompak dan 81 stasiun pengisian bahan bakar umum nelayan (SPBUN). Begitu juga dengan layanan elpiji telah disiagakan 42 SPBBE, 290 Agen PSO Siaga, 67 Agen NPSO Siaga dan 3.400 Pangkalan Siaga. Termasuk layanan Avtur dengan disiagakannya sebanyak 7 DPPU.

Di sisi lain, Region Manager Corporate, Operations & services, Sandi Ali Rahman menambahkan, pada periode Januari hingga Maret 2021 Sales Avtur menurun dibandingkan tahun 2020, namun terjadi peningkatan di bulan April 134,82 % dibandingkan tahun 2020.

Baca juga: Inovasi Berkesinambungan di Kilang Pertamina Dukung Pencapaian Kinerja Operasi Positif

“Tren sales Avtur mengalami peningkatan yang signifikan mencapai 134,82 % pada bulan April 2021 dibandingkan dengan tahun 2020. Hal ini di pengaruhi oleh wabah Covid yang sudah mulai menurun,” tuturnya.

Sandi Ali Rahman memprediksi, jika tren sales avtur di bulan Mei momen Idul Fitri akan mengalami penurunan dengan adanya kebijakan pemerintah yang tertuang dalam surat edaran dan addendum surat edaran Tim Satuan Satgas Penanganan Covid No.13 tahun 2021 tanggal 21 April 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri, sehingga sangat berpengaruh terhadap volume avtur maupun frekuensi pelayanan.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!