alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkab Tana Toraja Akan Pertahankan Guru Honorer

Joni Lembang
Pemkab Tana Toraja Akan Pertahankan Guru Honorer
Pemkab Tana Toraja tidak akan menghapus begitu saja tenaga guru honorer. Foto: SINDOnews/Muctamir Zaide

TANA TORAJA - Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tana Toraja, Joni Tonglo menyebut, Pemkab Tana Toraja masih membutuhkan keberadaan tenaga honorer di bidang pendidikan dan kesehatan.

Hal itu dikatakan Joni Tonglo menyikapi rencana DPR RI bersama Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang akan menghapus tenaga honorer, pegawai tidak tetap ataupun pegawai kontrak.

"Tenaga honorer yang ada di lingkungan Pemkab Tana Toraja tidak akan diberhentikan begitu saja," ungkap Kepala BKPSDM Tana Toraja, Joni Tonglo kepada SINDOnews.



Dia mengatakan, Pemkab Tana Toraja masih membutuhkan tenaga honorer karena keberadaan mereka juga kerap membantu tugas-tugas Aparatur Sipil Negara (ASN). Terutama tenaga honorer guru dan kesehatan.

Dia mencontohkan, jumlah tenaga guru ASN lebih sedikit dibanding jumlah rombongan belajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri. Begitu juga di Sekolah Menengah Pertama (SMP), jumlah guru bidang juga tidak sebanding dengan jumlah rombongan belajar.

Bahkan, ada beberapa sekolah khususnya di daerah terpencil yang memiliki enam rombongan belajar hanya ada dua atau tiga guru ASN. Selebihnya tenaga kontrak daerah.

"Kami masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Tenaga honorer yang akan dipertahankan adalah yang memberikan kontribusi bagi daerah," jelasnya.

Ketua Lembaga Pembangunan dan Pendidikan Masyarakat Toraja (PPMT), Titus Samara berharap Pemkab Tana Toraja melakukan kajian jika akan memberhentikan seluruh tenaga honorer guru di daerahnya.

Jika semua tenaga honorer guru dihapuskan, maka kata dia, proses belajar mengajar di sekolah tidak akan berjalan maksimal. Begitu juga dengan tenaga honorer kesehatan jika diberhentikan semuanya, pelayanan masyarakat di bidang kesehatan khususnya di Puskesmas juga tidak maksimal.

"Dampak dari pemberhentian seluruh tenaga honorer pasti pengangguran akan bertambah," pungkasnya.

Informasi yang diperoleh, jumlah SDN di Tana Toraja sekitar 231 unit dan 87 SMP. Sementara jumlah tenaga guru honorer yang mengabdi di berbagai SD dan SMP di Tana Toraja jumlahnya ratusan orang.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook