alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkab Bulukumba Kembali Gelar Musrenbang Anak untuk Ketiga Kalinya

Eky Hendrawan
Pemkab Bulukumba Kembali Gelar Musrenbang Anak untuk Ketiga Kalinya
DPPPA Kabupaten Bulukumba kembali melaksanakan musrenbang anak untuk ketiga kalinya. Foto: SINDOnews/Eky Hendrawan

BULUKUMBA - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Bulukumba menggelar musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) anak tingkat kabupaten. Musrenbang anak ini adalah yang ketiga kalinya digelar sejak tahun 2018.

Menurut Kadis PPPA, Umrah Aswani, forum musrenbang anak tingkat kabupaten merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang dilaksanakan di tingkat kecamatan.

“Di musrenbang anak kabupaten ini, para delegasi kecamatan akan memaparkan prioritas usulan dan aspirasinya untuk dibahas bersama jajaran OPD,” ungkap Umrah saat pembukaan musrenbang anak di aula kantor Bappeda, Rabu (5/2/2020).



Mendengarkan suara, keluhan dan aspirasi anak, lanjut Umrah merupakan bagian penting dari semua pihak untuk memahami dan menghargai anak-anak. Apalagi jika mereka rentan terhadap tindakan kekerasan, eksploitasi dan penelantaran.

“Partisipasi anak adalah pelibatan anak dalam pengambilan keputusan atau kebijakan dalam pembangunan daerah oleh karena partisipasi tersebut merupakan hak anak itu sendiri,” bebernya.

“Partisipasi anak dalam pembangunan inilah yang menjadi alasan diselenggarakannya musrenbang anak,” tambah Umrah.

Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Dinas PPPA Provinsi Sulsel, Nur Anti yang hadir pada forum tersebut mengapresiasi Pemkab Bulukumba yang konsisten melaksanakan musrenbang anak. Sebab kegiatan itu kata dia salah satu indikator dari pemenuhan syarat Kabupaten Layak Anak (KLA).

Dia mengatakan, dari evaluasi KLA, Sulsel adalah yang terbanyak melaksanakan musrenbang anak. Dari 24 kabupaten dan kota, masih ada empat daerah yang belum melaksanakan musrenbang anak.

Perempuan asal Bulukumba ini juga mengingatkan agar forum anak yang terbentuk tidak hanya menjadi tanggung jawab dari Dinas PPPA, namun semua OPD harus mengawal indikator-indikator KLA melalui program kegiatan yang dilaksanakannya.

“Desa Bira Kecamatan Bontobahari telah ditetapkan sebagai desa wisata ramah anak. Desa ini akan mendapatkan dukungan dan bantuan dari Kementerian PPPA,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bulukumba, AM Sukri Sappewali meminta pelaksanaan musrenbang anak tidak hanya dilakukan di tingkat kecamatan dan kabupaten, namun secara keseluruhan dapat dilaksanakan di tingkat desa dan kelurahan.

“Harus juga dilakukan di desa, oleh karena sudah ada dana desa yang bisa membiayai aspirasi dari anak di desa tersebut,” pintanya.

Bupati dua periode ini juga mengharapkan, minimal 1 dari usulan setiap kecamatan dapat diakomodir dalam perencanaan pembangunan, sehingga ia meminta para OPD mencermati usulan dan aspirasi tersebut untuk dimasukkan dalam program kegiatannya.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook