alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Usut Penggelapan Dana Nasabah di BPR Citramas Pangkep

Muhammad Subhan
Polisi Usut Penggelapan Dana Nasabah di BPR Citramas Pangkep
Polisi mengusut dugaan penggelapan dana nasabah di BPR Citramas Pangkep. Foto/Ilustrasi

PANGKEP - Kepolisian Resor (Polres) Pangkep mengusut dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah BPR Citramas. Laporan tindak pidana sudah diajukan perusda tersebut. Meski begitu, polisi juga masih menunggu laporan dari 13 nasabah yang dananya diduga diselewengkan oleh eks pejabat BPR Citramas Pangkep.

Kepala Unit Tipikor Polres Pangkep, Ipda Firman, membenarkan laporan kasus tersebut. Hingga kini, pihaknya masih mengumpulkan data dan bukti. Kepolisian juga masih mendalami kasus tersebut sembari menunggu laporan resmi dari para nasabah yang menjadi korban.

"Kita sedang dalami dan periksa. Ya harusnya ada pelaporan dari 13 korban itu yang disebut ditipu oknum eks pegawai BPR. Korban di sini harus melaporkan ke polisi karena masuk pidana umum, atas penggelapan dan penipuan,” kata Firman, Rabu (5/2/2020).



Berdasarkan pemeriksaan awal, 13 nasabah ditipu dengan modus tidak menyetorkan dana mereka ke BPR Citramas yang berstatus perusda. Belakangan, hal itu terkuat saat 13 nasabah hendak mengalihkan dana atau kreditnya ke BPD (Bank Sulselbar) Pangkep, dimana dana mereka tidak ada di BPR Citramas.

"Modusnya dititipkan uang oleh ke-13 nasabah untuk melunasi utang di BPR dengan mengambil uang di BPD. Tapi si oknum malah menggelapkan dana tersebut," terang Firman.

Di samping perkara itu, Firman menyebut juga ada terkait empat nasabah dan satu perusahaan yang berutang ke BPR Citramas Pangkep. Namun, pihaknya masih mendalami, apakah kasus itu masuk ranah tipikor atau tidak.

“Itu yang sedang akan kita kembangkan. Sekarang masih proses lidik dan tunggu saja dalam beberapa pekan apakah kasus ini bisa naik sidik atau tidak,” ungkapnya.

Plt Direktur BPR Citramas, Andi Ramli, yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah yang dilakoni mantan pejabat di perusahaannya ke kepolisian. Hal itu dilakukan sekaligus guna membersihkan nama baik perusahaan.

"Semuanya itu digelapkan oleh oknum mantan pejabat di sini (BPR). Kita sudah melaporkannya ke polisi, kita tidak mau terus disalahkan atas kerugian ini karena memang telah terjadi tindak penggelapan oleh oknum di sini,” katanya.

Ramli mengaku sudah memberikan keterangan kepada penyidik kepolisian ihwal kasus tersebut. Ia berstatus saksi. “Kita sudah serahkan semua data kredit, bukti pencairan hingga data rekening koran,” tandasnya.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook