TOPIK TERPOPULER

Sejumlah ASN Lingkup Pemkab Maros Disebut Terpapar Radikalisme

Najmi Limonu
Sejumlah ASN Lingkup Pemkab Maros Disebut Terpapar Radikalisme
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros, To Wadeng. Foto: Sindonews/Najmi Limonu

MAROS - Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Maros, teridentifikasi telah terpapar dengan radikalisme dan terorisme.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Maros, To Wadeng mengatakan, sejumlah ASN yang terpapar itupun, tengah dalam pemantauan dan pembinaan Kesbangpol bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Baca Juga: Dishub Maros Petakan Titik Macet di Jalur Trans Sulawesi

"Iya ada beberapa (ASN) dan kita sudah deteksi semua. Nah sekarang ini, kita sudah melakukan pemantauan serta pembinaan bersama FKUB," kata To Wadeng di sela-sela pengukuhan FKUB Maros, Kamis (29/05/2021).

Menurut To Wadeng, pasca hebohnya pengungkapan kasus dan aksi teror di Gereja Katedral Makassar, sejumlah pelaku memang diketahui berasal dari Maros. Bahkan salah seorang terduga yang turut diamankan Densus 88 karena teroris, masih berstatus ASN.



"Olehnya itu, memang pihak kami bersama FKUB terus melakukan upaya pembinaan. Baik itu warga yang terduga terpapar maupun kelompok tertentu yang ditengarai fahamnya ke arah sana," lanjutnya.

Terkait ASN yang masuk dalam jaringan aksi teror yang telah diamankan Densus, pihak Kesbang mengaku sudah di luar ranah mereka. Dia pun mengaku tidak kecolongan, karena oknum itu telah diketahui sebelumnya.

"Kita tidak kecolonganlah, karena memang sudah ada datanya. Tapi kalau sudah begitu, jelas bukan ranah kami. Pihak kami itu hanya pencegahannya saja," paparnya.

Baca Juga: Satgas Konfirmasi 4 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Maros Usai Lebaran

Untuk mengembalikan pemahaman seseorang dari terorisme memang tidaklah mudah, kata To Wadeng, butuh waktu dan pendekatan khusus agar faham itu bisa perlahan berubah menjadi moderat dan toleran.



"Kita tahu namanya faham itu jelas tidak begitu saja kita bisa ubah dari seseorang. Butuh waktu dan pendekatan khusus. Nah makanya peran FKUB inilah yang kita dorong, karena radikalisme ini tidak hanya di Islam tapi di semua agama," pungkasnya.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!