alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Belasan Warga Sulsel di Natuna Segera Dipulangkan

Syachrul Arsyad
Belasan Warga Sulsel di Natuna Segera Dipulangkan
Sejumlah WNI yang dievakuasi dari Wuhan, Hubei, China, senam bersama prajurit TNI di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (10/2/2020). Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama

NATUNA - Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja di Lanud Raden Sadja, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (13/2/2020). Kunjungan ini untuk memastikan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya dievakuasi dari China.

Informasi yang dihimpun, ada belasan warga asal Sulsel bergabung bersama 238 WNI tersebut. Sumber terbaru SINDOnews menyebut 17 orang. Mereka menunggu untuk dipulangkan ke kampung halaman masing-masing setelah menjalani masa observasi di Natuna.

Kabar belasan warga Sulsel di Natuna tak ditampik oleh Anggota Komisi IX DPR,Aliyah Mustika Ilham. Legislator asal Sulsel itu ikut dalam rombongan yang berkunjung ke Natuna. Aliyah menyebut, Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto ikut serta dalam kunjungan tersebut.



Kendati demikian, Aliyah enggan membeberkan jumlah pasti maupun identitas warga Sulsel di Natuna itu. Namun Aliyah memastikan jika semuanya dalam kondisi sehat.

“Semuanya sehat," kata Aliyah saat dihubungi SINDOnews lewat pesan Whatsappnya.

Aliyah menyebut, warga asal Sulsel yang sebagian besar berstatus pelajar itu rutin berkomunikasi dengan orang tua serta keluarga mereka.

“Mereka sering ji komunikasi, karena dibagikan HP,” sambung dia.

Politikus dari Partai Demokrat ini menjelaskan, mereka tiba di Natuna setelah dievakuasi dari China, melalui jalur udara, Minggu (2/2/2020) lalu. Setelah itu mereka menjalani pemeriksaan oleh tim Kemenkes RI untuk memastikan mereka bebas dari virus korona atau coronavirus disease 2019 (COVID-2019).

Istri dari mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin ini menambahkan, 238 WNI akan selesai menjalani masa observasi di Natuna pekan ini, tepatnya Sabtu (15/2/2020). Itu merujuk pada tenggat waktu 14 hari masa observasi sejak kedatangan mereka ke Indonesia.

Hanya saja Aliyah mengemukakan, setelah masa observasi, ratusan WNI termasuk mereka yang berasal dari Sulsel, akan dikembalikan lagi ke Cina. Dia belum memastikan apakah ada rencana dikembalikan ke kampung halaman masing-masing.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Ichsan Mustari mengaku belum menerima informasi terkait dengan data warga Sulsel di Natuna. Pihaknya pun mendapat petunjuk terkait mekanisme dan prosedur warga kedepan.

"Jadi kita belum dapat instruksi langsung dari kementerian kesehatan apa yang kita lakukan. Tapi saya kira dia (warga) sudah diobservasi selama 14 hari, tidak ada masalah. Mereka kan orang sehat semua di sana, cuma diobservasi saja,” ujar Ichsan.

Meski begitu, Ichsan berharap selepas masa observasi semua warga termasuk jika ada warga Sulsel, bisa dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Pemerintah pusat diharap memfasilitasi, dan pemerintah daerah, khususnya Pemprov Sulsel juga siap mengakomodir.

“Saya kira seperti itu (akan dipulangkan setelah observasi). Mereka kan orang sehat semua. Tidak boleh kasihan terlalu lama di sana, sudah 14 hari keluar dari keluarganya tidak pernah ketemu,” harapnya.

Sedangkan, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Makassar, Darmawali Handoko menambahkan, pihaknya siap menyambut kepulangan warga Sulsel jika telah selesai masa observasi. Namun hingga kini, dirinya juga belum menerima informasi terkait data warga dan perkembangan warga di Natuna.

"Info langsung kepada pemerintah daerahnya. Coba digubernuran atau dinkes. Kami bersiap saja jika sudah diinfokan," singkat Darmawali.

Setelah menjalani proses observasi di Natuna, WNI yang sebelumnya dievakuasi dari China segera dipulangkan. Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro mengatakan masa observasi selesai pada 15 Februari 2020.

“Jadi masa obserasi di Natuna akan berakhir 15 Februari tepatnya jam 12.00. Dan tanggal berikutnya, bisa 16, bisa 17 akan ada pelepasan peserta observasi yang akan dilakukan secara alamiah,” katanya di KSP, Jakarta, kemarin.

Pemulangan itu juga disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat memberikan sambutan di hadapan ratusan personel TNI-Polri dan unsur terkait yang tergabung dalam Satgas Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna yang melaksanakan observasi 238 WNI di Lanud Raden Sadjad, Natuna, Kepulauan Riau, kemarin.

“Yakinkan kepada masyarakat bahwa WNI yang di observasi di Natuna ini dalam keadaan sehat dan kembali ke tempat asalnya dapat diterima masyarakat,” katanya.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook