alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemkab-BPDAS Jeneberang Akan Rehabilitasi Lahan Kritis di Gowa

Herni Amir
Pemkab-BPDAS Jeneberang Akan Rehabilitasi Lahan Kritis di Gowa
Kepala BPDAS, Entan Sofyan saat menemui Bupati Gowa, di ruang rapat Bupati Gowa, Jumat (14/2/2020). Foto: SINDOnews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Jeneberang Saddang akan melakukan mitigasi penanganan bencana pascabanjir dan longsor di Kabupaten Gowa pada daerah hulu Jeneberang.

Hal itu diungkapkan Kepala BPDAS, Entan Sofyan saat menemui Bupati Gowa, di ruang rapat bupati, Jumat (14/2/2020).

Ia mengatakan, kegiatan ini akan dilakukan dengan dua cara yakni secara vegetatif rehabilitasi hutan lindung (RHL) dalam kawasan dan kegiatan bibit kebun (KBK) luar kawasan baik kebun rakyat (KBR), maupun kebun desa (KBD) melalui bibit berkualitas HBK dan kayu-kayuan.



"Kegiatan ini akan membantu masyarakat melalui program perlindungan dan pemulihan karena nantinya akan ada rehabilitasi hutan lindung kritis seluas 180 hektare pada Sub DAS Jenelata dan DAS Hulu Jeneberang," ungkapnya.

Dijelaskan Entan, RHL tersebut akan dilakukan di tiga desa di Kecamatan Bungaya yakni, di Desa Bissoloro, Desa Rannaloe, dan Desa Buakkang. Sementara untuk KBR dan KBD akan dilakukan di delapan unit desa yakni Pattallikang, Bissoloro, Bontomanai, Rannaloe, Buakkang, Sapaya, Jenebatu, dan Desa Mangempang.

Selain itu, penanaman kebun bibit akan dilakukan oleh masyarakat sebanyak 40 ribu batang atau unit dengan luas lahan 40 hektare perunit untuk bibit desa, sementara 20 ribu batang atau unit untuk bibit rakyat dengan luas 25 hektare perunit.

"Nantinya penanaman kebun bibit ini akan dilakukan oleh masyarakat dengan pemberian insentif Rp1.000/batang," jelas Entan.

Menanggapi hal itu, Bupati Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku sangat setuju dengan langkah tersebut. Namun sebelum pelaksanaan itu, perlu dilakukan penandatangan kerja sama antara pihak Pemprov, TNI/Polri, dan BPDAS, mengingat kawasan hutan lindung bukan kewenangan pemerintah daerah.

"Pada prinsipnya kami sangat setuju, hanya saja karena ini berhubungan dengan hutan lindung di mana yang menjadi permasalahan pemda tidak memiliki kewenangan akan hal itu, sehingga perlu dilakukan penandatanganan kerja sama," ungkapnya.

Dalam mengatasi kebencanaan dalam kawasan hutan lindung lanjut Adnan, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak termasuk TNI/Polri dengan mengintegrasikan seluruh program yang ada.

Menurut orang nomor satu di Gowa itu, sudah saatnya semua pihak bekerja sama menangani bencana sebelum bencana itu kembali datang khususnya di Kabupaten Gowa.

"Sudah sangat banyak kerusakan dalam hutan lindung, namun pemda tidak memiliki kewenangan menangani hal itu karena ditangani oleh pemprov dan BKSDA sehingga salah satu akibat dari kerusakan itu hutan gundul bencana terjadi di mana-mana," bebernya.

Oleh karena itu, dirinya berharap, melalui pertemuan ini, akan ada rapat yang menghadirkan seluruh pihak terkait dan melakukan penandatangan kerja sama untuk Gowa yang semakin baik.

"Kami sisa menunggu kapan penandatangan, setelah itu kami akan imbau masyarakat kami untuk ikut langsung pada rehabilitasi lahan ini, insyaallah kami sangat siap," pungkasnya.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook