TOPIK TERPOPULER

Pertamina Dorong Pengembangan Hasil Alam Lokal Lewat Cindakko Menyala

Marhawanti Sehe
Pertamina Dorong Pengembangan Hasil Alam Lokal Lewat Cindakko Menyala
PT Pertamina menggandeng Inspirator Lebah Madu Indonesia dan Yayasan SDC memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga mengelola madu hutan Dusun Cindakko, Kamis (10/6/2021). Foto: SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Desa Bonto Somba, Dusun Cindakko merupakan salah satu wilayah 3T (terdepan, terpencil, tertinggal) yang berada di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Jaraknya sekitar 40 kilometer (km) dari pusat kota, tapi untuk menempuh dusun ini cukup memakan waktu lebih, karena harus melewati jalan berbatu dan pegunungan.

Dusun Cindakko memiliki potensi hasil alam yang menjanjikan, di antaranya madu hutan, kopi robusta dan arabika, serta gula aren. Hasil alam tersebut menjadi andalan karena memiliki kualitas tinggi dan diolah secara alami oleh warga.

Baca juga: Pertamina Salurkan Biosolar di 5518 SPBU Seluruh Indonesia

Seorang warga, Dg Lajju yang sehari-harinya menggantungkan hidup dari hasil madu hutan, mengaku bisa menghasilkan sampai 30 botol lebih madu hutan dari satu sarang lebah. Harganya sekitar Rp100 ribu per botol untuk ukuran 650 ml. Meski demikian, untuk mendapatkan madu hutan, warga harus melewati sejumlah tantangan yang cukup berat.

Proses pencarian madu hutan memakan waktu cukup lama, warga harus menghabiskan dua atau tiga hari bermalam di hutan untuk bisa mendapatkan sarang lebah. Setelah ditemukan, lalu dikumpulkan, dan akan dipanen bertahap pada bulan Agustus sebagai puncak musim panen. Tak hanya itu, proses panennya pun cukup berbahaya dan tidak berkelanjutan, karena metode panen yang digunakan masih konvensional.



"Kadang bermalam di hutan dua atau tiga malam. Terus dikumpul, bisa sampai 20 sarang, ditandai dan dipanen pada bulan Agustus. Disengat lebah sudah pernah, karena pengamanannya memang hanya pakai (metode) pengasapan," jelas Dg Lajju.

Baca juga: Harga BBM Tetap Saat Harga Minyak Dunia Melejit, Pertamina Bisa Rugi

Meski sulit, pekerjaan sebagai produsen madu hutan terus digeluti oleh Dg Lajju, tidak hanya karena sudah turun temurun dari kakeknya, tapi juga karena permintaan madu hutan yang cukup tinggi. "Ada juga orang yang pernah beli sampai 100 botol," sebutnya.

PT Pertamina (Persero) melalui program bertajuk Cindakko Menyala (Mandiri Ekonomi, Jaya Sumber Daya Alam, Lengkap Nutrisi) hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh warga di Cindakko. Termasuk persoalan yang dihadapi dalam proses menghasilkan madu hutan. Program ini berlangsung selama dua hari, tanggal 8 dan 9 Juni 2021.

PT Pertamina menggandeng Inspirator Lebah Madu Indonesia (Ilmi Sulsel) dan Yayasan SDC (Sulawesi Development and Care) untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga dalam mengelola madu hutan. Ada tiga metode yang dikenalkan, yaitu panen lestari untuk lebah apis dorsata, budi daya lebah apis cerana, dan budi daya lebah trigona biroi.



Baca juga: Satria Muda Pertamina Juara Indonesian Basketball League 2021

Panen lestari digunakan khusus untuk memanen lebah apds Dorsata. Karena lebah jenis ini tidak bisa dibudi daya, sehingga warga biasanya kesulitan dalam mencari sarang lebah baru untuk diambil madunya. Tak hanya itu, metode panen yang digunakan warga pun tidak berkelanjutan, karena membabat habis sarang lebah.

Dengan metoda panen lestari, warga diedukasi melakukan panen yang lebih aman dan berkelanjutan. Di mana, panen dilakukan hanya dengan mengambil 3/4 kantong madu sehingga lebah masih bisa kembali dan menghasilkan kantong madu baru. Metode ini lebih mudah karena warga tidak perlu mencari sarang lebah baru, sehingga lebih berkelanjutan. Metode ini pun baru kali pertama berhasil di Sulsel.



(luq)

halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!