alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dewan Soroti Kinerja Pengawas Sekolah di Kota Makassar

Ashari Prawira Negara
Dewan Soroti Kinerja Pengawas Sekolah di Kota Makassar
DPRD Makassar menyoroti kinerja pengawas sekolah di Kota Daeng-julukan Makassar. Foto/Ilustrasi/dok SINDOnews

MAKASSAR - DPRD Kota Makassar menyoroti kinerja pengawas sekolah yang dinilai menjadi salah satu faktor penting penentu mutu pendidikan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengevaluasi kinerja mereka melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar.

Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar, Abdul Wahab Tahir, menjelaskan bahwa dewan masih abu-abu terkait Standar Operasional Program (SOP) dari pengawas sekolah. Hal ini dinilai perlu dijejaki sebagai bahan evaluasi.

"Pengawas kita panggil karena kita mau tahu standar operasional pekerjaan mereka, apa-apa saja yang mereka lakukan dalam fungsi pengawasan," ujar Wahab kepada SINDOnews.



Dirinya secara gamblang meminta kiranya para pengawas bisa bekerja secara berintegritas, karena pengawas dinilai berperan dalam mengawal kinerja sekolah. "Maju mundurnya mutu pendidikan salah satu penyebabnya itu di stakeholder itu (pengawas),".

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Yeni Rahman menjelaskan bahwa kinerja pengawas dinilai masih belum maksimal karena adanya timpang antara jumlah sekolah dan pengawas. "Itu ada timpang jadi kita akan evaluasi baik," kata Yeni

Yeni menjelaskan ada faktor ideal seberapa banyak sekolah yang perlu dinaungi oleh pengawas, di mana saat ini hal itu dinilai belum tercapai. Selain itu jumlah jam kerja juga menjadi sorotan dewan.

Diketahui jumlah jam kerja pengawas adalah 37 jam perminggu, hal ini masih perlu dikaji apakah pengawasan bisa efektif dengan 37 jam tersebut. "Kita masih hitung-hitung kalau 37 jam perminggu idealnya kerjanya pengawas itu bisa mendampingi sekolah berapa banyak," tuturnya.

Meski ada tendensi jumlah tersebut masih jauh dari kata maksimal berdasarkan keterangan beberapa pihak dalam RDP. Selain itu perlu juga dikaji bagaimana mekanisme keatifan para pengawas, hingga saat ini tidak ada mekanisme yang jelas dalam menghitung kinerja mereka.

Yeni menjelaskan indikator tersebut hanya dapat dilihat melalui laporan yang sampai saat ini masih dikaji komisinya. "Harusnya memang ada standar seperti itu, supaya kita lihat bahwa betul-betul dia sudah memang menjalankan tupoksinya untuk mendampingi sekolah," ujar Yeni.

Terpisah Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Al Hidayat Syamsu, memandang kinerja pengawas sangat krusial sehingga dinilai perlu dievaluasi. "Ketika pengawas aktif maka sekolahnya aktif juga terkait administrasi dan akdemiknya, ketika pengawasnya tidak aktif maka sekolahnya selalu kewalahan terkait managerialnya akademiknya dan administrasinya,".

Beberapa pengawas yang dinilai tidak aktif kerap bekerja praktis dengan hanya meminta data sekolah tanpa adanya bentuk evaluasi ke sekolah itu. "Saya sampaikan itu jangan sampai dilakukan seperti itu kalau mau mutu pendidikan kita maju," tambah Hidayat.

Dirinya bersama Komisi D ingin mendorong agar hal-hal seperti itu jangan sampai terjadi. "Lebih proaktif ke sekolah-sekolah jangan menjadi seorang polisi yang ditakuti oleh para guru, tetapi menjadi peneliti, supervisi di sekolah masing-masing," katanya.

Diketahui fungsi pengawas ada dua yaitu pengawasan akademik dan managerial, kedua fungsi tersebut menjadi sorotan utama dari dewan dalam melihat kinerja-kinerja mereka selama ini.

Selain itu beberapa permasalahan yang sempat menjadi perbincangan adanya kepala sekolah yang rangkap jabatan sebagai pengawas. Kedua kinerja pengawasan akademik dan managerial dinilai tidak sehat dengan adanya kasus tersebut.

"Pengawas itu harusnya independen terkait dengan baik atau tidak baiknya di sekolah masing-masing, jika dia rangkap otomatis sekolahnya jadi baik terus," kata Hidayat.

Sementara belum ada solusi terkait rangkap jabatan tersebut, diakui Hidayat bahawa hal ini memang menjadi temuan dan telah diketahui oleh Dianas Pendidikan Kota Makassar, ke depan hasil dari pembicaraan komisi D diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan dalam permasalahan itu.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook