alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lelang Proyek Pasar Mandai Ditargetkan Awal Maret 2020

Vivi Riski Indriani
Lelang Proyek Pasar Mandai Ditargetkan Awal Maret 2020
Lelang proyek Pasar Mandai ditargetkan pada pekan Maret 2020. Foto/Ilustrasi/SINDO Batam

MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai membenahi Pasar Mandai. Selain menunggu anggaran dari pusat, pemkot juga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk pematangan lahan dan pembangunan sarana dan prasarana pendukung.

Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Usaha dan Sarana Perdagangan, Abdul Hamid, menyampaikan proses pematangan lahan masih menunggu desain gambar dan rencana anggaran biaya (RAB) dari konsultan perencana.

Dia menargetkan dokumen perencanaan itu bisa rampung paling lambat akhir Februari sehingga proses lelang bisa dilakukan pada pekan pertama Maret 2020.



Khusus untuk pematangan lahan, pemkot mengalokasikan anggaran Rp1 miliar, sedangkan Rp2,7 miliar untuk fasilitas pendukung seperti kantor administrasi, pengelola, toilet hingga musala. "Kita timbun dulu, kalau itu selesai baru kita bangun fisiknya," kata Hamid.

Pasar yang terletak di Kelurahan Pai Kecamatan Biringkanayya itu rencananya akan dibangun dengan konsep Standar Nasional Indonesia (SNI). Untuk itu, pemkot berupaya untuk menata pasar ini secara profesional.

Memiliki status SNI maka fasilitas berbeda dengan pasar lain, harus lengkap semisal penambahan mesin pendingin agar ikan atau daging yang dijual pedagang tetap fresh saat dijual ke pembeli. "Kita mau pasar ini betul-betul tertata, kita mau rapikan dan tata kembali supaya jauh lebih baik, kan standarnya SNI," ujarnya.

Pada 2019 lalu, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4 miliar. Hanya saja, anggaran itu belum bisa digunakan karena terkendala status alas hak.

Belum lagi, kondisi lahan di lokasi tersebut sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan pembangunan. Sehingga, perlu dilakukan pematangan lahan sebelum pembangunan pasar dimulai.

Khusus tahun ini, anggaran sebesar Rp12 miliar telah diusul ke Kementerian Perdagangan. Anggaran itu diperuntukkan untuk pembangunan kios. Saat ini pemkot hanya tinggal menunggu persetujuan dari pusat. "Kita sudah mengusulkan ke Pusat itu Rp12 miliar untuk pembangunan kios. Proposalnya sudah kita kirim ke kementrian, kita hanya tinggal tunggu jawaban dari pusat," tuturnya.

Kekhawatiran Pedagang
Rencana pembangunan ini ditanggapi berbeda sejumlah pihak. Anshar, salah seorang pedagang menyatakan jika diberikan kesempatan memilih bertahan atau pindah dari Pasar Mandai, dia ingin tetap di pasar yang lama.

Ada beberapa alasan yang membuat pedagang sayur mayur dan campuran ini ingin bertahan. Salah satunya karena dia belajar pada kasus banyak pemindahan pasar, hanya orang yang bermodal kuat yang diakomodir. Sementara yang modalnya sedikit agat sulit.

"Seringkali kalau sudah pindah begitu pedagang yang lama tidak dapat tempat. Justru banyak pedagang baru yang masuk karena modalnya lebih banyak," kata Anshar.

Dia mengaku lebih memilih agar pasar yang lama saja direnovasi dan dibuat bertingkat sehingga luas lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas. "Saya pribadi lebih sepakat jika direnovasi saja pasar yang lama. Jangan pindah karena itu butuh waktu lama lagi menyesuaikan," paparnya.

Pria yang telah enam tahun berdagang di Pasar Mandai ini menyatakan sejak lima tahun terakhir kabar pemindahan sudah terdengar. Belakangan dari PD Pasar juga telah memberikan kabar bahwa mereka akan dipindahkan.

Pedagang Pasar Mandai lainnya, Ambo mengaku tidak mempermasalahkan jika memang ingin dipindahkan. Hanya saja harus ada jaminan harga kios atau lapak nantinya tidak terlalu membebani pedagang. "Juga menjamin bahwa pedagang asli dari Pasar Mandai yang mengisi. Jangan malah orang luar yang masuk berdagang," tuturnya.

Pedagang telur ini menyatakan sebagai masyarakat biasa dia menerima saja apapun keputusan pemerintah. "Saya terserah pemerintah saja," bebernya.

Pasar Mandai yang baru rencananya akan menempati lahan baru di Kelurahan Pai. Pemindahan dilakukan sebab lokasi yang lama dinilai tidak ideal.



(tyk)

Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook