TOPIK TERPOPULER

Jumlah Pekerja Anak di Indonesia Masih Lampaui Satu Juta Orang

Michelle Natalia
Jumlah Pekerja Anak di Indonesia Masih Lampaui Satu Juta Orang
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. FOTO/SINDONews

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk menghapus pekerja anak yang masih terbilang tinggi, yaitu melampaui angka 1 juta orang.

Dalam perkembangannya pemerintah sudah melakukan penarikan pekerja anak dari berbagai jenis pekerjaan terburuk sejak 2008. Periode 2008 s.d. 2020, terdapat 143.456 pekerja anak yang telah ditarik dari sekitar 1,5 juta pekerja anak yang berumur 10-17 tahun berdasarkan Data survei Sosial Ekonomi Nasional yang dilakukan oleh BPS pada 2019.

Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat menyampaikan keynote speech pada acara "End Child labour virtual race 2021" yang diselenggarakan oleh ILO dalam rangka World Day Against Labour 2021, Sabtu (12/6/2021).

Baca Juga: Hadapi Disrupsi, Wapres Minta Daya Saing Tenaga Kerja Ditingkatkan

Ida menyampaikan bahwa pemerintah memiliki komitmen besar untuk menghapus pekerja anak. Hal ini ditandai dengan ratifikasi Konvensi ILO Nomor 138 mengenai usia minimum untuk diperbolehkan bekerja dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1999.



Selain itu, pemerintah juga memasukkan substansi teknis yang ada dalam Konvensi ILO tersebut dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. "Kami di Kementerian Ketenagakerjaan serius dan tegas dalam melakukan berbagai upaya konkrit guna mengurangi pekerja anak di Indonesia," jelas Ida.

Berbagai upaya yang akan di lakukan di tahun 2021 ini. Ida mengakui, saat ini masih ada anak di Indonesia yang belum memperoleh hak mereka secara penuh, terutama bagi anak yang terlahir dari keluarga prasejahtera.

Baca Juga: Menaker Ida Paparkan Tujuh Langkah Konkret Menentang Pekerja Anak

"Ketidakberdayaan ekonomi orang tua dalam memenuhi kebutuhan keluarga memaksa anak-anak terlibat dalam pekerjaan yang membahayakan atau bahkan terjerumus dalam bentuk-betuk pekerjaan terburuk untuk anak yang sangat merugikan keselamatan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak," katanya.

Ida memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pihak atas partisipasinya dalam penanggulangan pekerja anak, serta mengajak Instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat, untuk bersama-sama mendukung penanggulangan pekerja anak secara nasional. “Stop pekerja anak! Mari dukung upaya Pemerintah dengan meningkatkan kepedulian kepada anak-anak sekitar kita," tegas Ida.



Baca Juga: Buka Lapangan Kerja, Sandiaga Dorong Pengembangan Wisata Religi dan Sejarah



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!