TOPIK TERPOPULER

Kementan Jadikan Model Pengembangan Sagu di Luwu sebagai Rujukan

Chaeruddin
Kementan Jadikan Model Pengembangan Sagu di Luwu sebagai Rujukan
Tim Peneliti Balai Litbang Kementan Ri saat berdiskusi dengan Dinas Pertanian Luwu serta sejumlah petani baru-baru ini. Foto: SINDOnews/Chaeruddin

LUWU - Kementan RI akan menjadikan model pengembangan sagu di Kabupaten Luwu sebagai rujukan program kawasan Food Estate. Kawasan ini rencananya dikembangkan di Provinsi Riau dan Papua dengan skala besar.

"Pengembangan kawasan Food Estate akan merujuk model pengembangan sagu di Luwu. Dalam perencanaan pengembangan kawasan Food Estate sagu, pemerintah telah menyiapkan beberapa daerah yakni Provinsi Riau dan Papua dengan skala yang lebih besar," ujar Tim Peneliti Balai Litbang Kementan, Dr I Ketut Ardana di Kabupaten Luwu baru-baru ini.

Baca juga: 4 Pamong Senior Ikut Lelang Jabatan Sekda Luwu

I Ketut Ardana menyampaikan, alasan pihaknya menjadikan Kabupaten Luwu sebagai rujukan, lantaran model budi daya sagu yang diterapkan di sana. Khususnya, pada kelompok tani Kalo Koteng, binaan Dinas Pertanian Luwu di Desa Langkidi, Kecamatan Bajo.

Menurut I Ketut Ardana, petani sagu di Luwu menerapkan model terintegrasi. Yakni, petani sekaligus pemilik pengolahan sagu secara terintegrasi membentuk mata rantai produksi, mulai dari panen, pengolahan bahan baku sagu, distribusi produk hingga pengolahan tepung sagu menjadi bahan siap konsumsi, dikerjakan dalam satu lokasi.



"Dari aspek ekonomi, model ini lebih menguntungkan karena petani mendapat nilai tambah sekitar Rp2 juta perbulannya. Dari aspek sosial, manfaatnya dapat menyerap tenaga kerja, mulai dari penebangan pohon kayu, hingga proses selanjutnya," ungkap I Ketut Ardana.

Baca juga: Pansus Ranperda Pembangunan Pariwisata Luwu Konsultasi ke Kemenparekraf

Model terintegrasi inilah kata dia yang akan dijadikan percontohan oleh Kementan dalam perencanaan pengembangan kawasan Food Estate sagu di Provinsi Riau dan Papua.

Kepala Dinas Pertanian, Albaruddin Andi Picunang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian Kementan terhadap petani di Kabupaten Luwu

"Alhamdulillah, ini semua berkat kerja sama para penyuluh pertanian dan para petani untuk tetap melestarikan dan mengembangkan pohon sagu di Kabupaten Luwu," katanya.



"Meski kita sadari bahwa luasan tanaman sagu semakin berkurang karena adanya alih fungsi lahan sagu menjadi sawah. Data terakhir luas tanaman sagu adalah 1.340 Ha," lanjut Albaruddin.

Baca juga: Bupati Luwu Siapkan Lahan untuk Kantor Kodim di Lebani

Salah seorang petani sagu, Naruddin yang menjadi objek penelitian menjelaskan, dirinya telah membeli lahan 8 Ha untuk membuka lahan tanaman sagu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kurangnya kebutuhan bahan baku sagu.

"Setelah kami memproses sagu menjadi tepung sagu, kemudian kami mendistribusikannya ke pedagang, selebihnya kami olah sendiri menjadi kue jajanan yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Pangkaroan Bulawang. kue-kue ini lalu dijual di beberapa toko-toko," kunci Naruddin.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!