alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Musrenbang Anak Mesti Libatkan Bocah Difabel dan Berperkara Hukum

Darwiaty Dalle
Musrenbang Anak Mesti Libatkan Bocah Difabel dan Berperkara Hukum
Musrenbang Anak Tingkat Kecamatan Bacukiki dan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulsel, melibatkan komunitas anak. Foto/SINDOnews/Darwiaty Dalle

PAREPARE - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Kota Parepare pada tahun ini berbeda dengan sebelumnya. Ruang lingkup partisipasi anak diperluas, tidak hanya merujuk pada kecamatan, tapi juga instansi khusus, seperti Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA).

Kepala Bidang Perencanaan SDM dan Sosial Budaya Parepare, Dede Alamsyah Wakkang, mengungkapkan penambahan lokus dilakukan agar program anak yang kelak disusun benar-benar tepat sasaran. Olehnya itu, penting untuk melibatkan bocah penyandang disabilitas atau difabel dan anak berperkara hukum.

“Anak penyandang disabilitas maupun yang berurusan dengan hukum, ya kita harapkan ikut berpartisipasi dalam musrembang anak," ujar Dede, di sela Musrenbang Anak 2020 Tingkat Kecamatan Bacukiki dan Kecamatan Bacukiki Barat, Selasa (18/2/2020).



Dede menjelaskan musrenbang anak bertujuan untuk memberikan ruang bagi anak agar bisa mengapresiasi kebutuhan dan keinginan anak. Olehnya itu, yang mesti terlibat dalam kegiatan ini adalah anak-anak itu sendiri atau komunitas anak dari berbagai elemen.

“Kita harapkan kegiatan ini lebih maksimal untuk mengapresiasi keinginan dan potensi anak. Ya agar ke depan merasa nyaman dan merasa lebih diperhatikan sehingga Parepare menjadi lebih pantas disebut sebagai Kota Layak Anak,” papar dia.

Sekretaris Bappeda Parepare, Zulkarnaen, menambahkan pada kegiatan tersebut, usulan yang mengemuka khususnya Kecamatan Bacukiki Barat yakni pada tiap sekolah memiliki kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiatan bela diri.

“Usulan ini kita apresiasi untuk mengurangi kekerasan terhadap anak, karena dengan adanya kegiatan seperti ini, anak-anak bisa menjaga diri. Dan nantinya kekerasan terhadap anak itu bisa diminimalisir,” tandas Zulkarnaen.



(tyk)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook