alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasusnya Dihentikan, Jen Tang : Terima Kasih Kejati Sulsel

Muhammad Chaidir
Kasusnya Dihentikan, Jen Tang : Terima Kasih Kejati Sulsel
Mantan tersangka dan buronan kasus dugaan koruspsi lahan Buloa, Soedirjo Aliman alias Jen Tang. Foto : SINDOnews/Doc

MAKASSAR - Mantan tersangka dan buronan kasus dugaan koruspsi lahan Buloa, Soedirjo Aliman alias Jen Tang, akhirnya angkat bicara terkait terbitnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang dilakukan Kejati Sulsel.

Jen Tang melalui kuasa hukumnya, Zamzam mengaku senang, berterima kasih dan mengapresiasi langkah hukum Kepala Kejati (Kajati) Sulsel, Dr Firdaus Dewilmar tersebut.

"Iya sudah ada, sudah diterima. Penyidik dalam hal ini Kejaksaan Tinggi, dengan mengeluarkan SP3 itu sudah tepat. Itu sudah tepat berdasar hukum," tukas Zamzam kepada SINDOnews, rabu (19/02/2020).



Ia sendiri mengakui telah menerima salinan SP3 tersebut. "Jadi dengan keluarnya SP3 dengan sendirinya nama baiknya (Jen Tang_red) dipulihkan. Itu karena apa, karena tidak cukup bukti. Tidak cukup bukti, tersangka ini melakukan tindak pidana korupsi. Itu suatu statement dan suatu pernyataan hukum bahwasanya memang tidak cukup bukti. Jadi dengan sendirinya itukan dipulihkan nama baiknya," tukasnya.

Sebelumnya Kepala Kejaksaan (Kajati) Tinggi Sulsel Firdaus Dewilmar kukuh perkara Jen Tang tak dapat diteruskan dengan pertimbangan bebasnya tiga tersangka lainnya dalam kasus ini.

Firdaus mengaku tak mau jika nantinya dalam perkara dengan kerugian Rp500 juta tersebut, Jen Tang malah dinyatakan bebas. Sehingga dia mengaku alasan dibalik SP3 tersebut sudah berdasar. "Yang tiga tersangka itukan sudah dinyatakan bebas, jadi mending kita kejar perkara lain yang nilainya lebih besar," ujarnya.

Lebih lanjut terkait protes dan munculnya wacana untuk menguji SP3 Jen Tang tersebut melalui praperadilan, Firdaus mengaku mempersilahkan jika ada pihak yang mau melakukan upaya tersebut. “Saya siap kalau ada yang mau praperdilan soal penghentian kasus sewa lahan negara di Buloa yang lima ratus juta itu," ujarnya beberapa waktu lalu.

Dikatakan Firdaus yang belakangan ini kerap mendapatkan sorotan atas keputusannya membebaskan mantan DPO tersebut mengaku, telah melakukan lidik dalam perkara aset negara yang dianggapnya memiliki nilai yang lebih besar dan diduga dikuasai oleh kelompok kelompok Jen Tang. "Kalau perkara itukan hanya Rp500 juta, tapi yang kita mulai tangani ini nilainya Rp800 juta," ujarnya.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook