TOPIK TERPOPULER

Pemkab Morowali Utara dan BP2MI Fasilitasi Warga Kerja di Luar Negeri

Tim SINDOnews
Pemkab Morowali Utara dan BP2MI Fasilitasi Warga Kerja di Luar Negeri
Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Peluang masyarakat Kabupaten Morowali Utara untuk menjadi pekerja di luar negeri semakin terbuka. Pemkab Morowali Utara siap memfasilitasi warganya yang akan berangkat ke sejumlah negara untuk menjadi pekerja migran.

Sejumlah persiapan kini dilakukan. Salah satu langkah Pemkab Morowali Utara yakni menjalin kerja sama dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Kedua pihak melakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) di Kantor BP2MI di Jakarta, Jumat (18/6/2021). MoU tersebut ditandatangani Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi.

Baca juga: Pemko Palu bersama Kepala BP2MI Tanda tangani MoU Perlindungan Pekerja Migran

Beberapa poin pada MoU tersebut yakni Pemkab Morowali Utara akan menyiapkan anggaran untuk pendidikan dan pelatihan bagi paran calon pekerja migran sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Sedangkan pihak BP2MI akan menyosialisasikan peluang kerja di negara-negara tujuan penempatan pekerja migran.

"Kami menyambut baik kedatangan Bupati Morowali Utara untuk penandatanganan MoU ini. Artinya, hari ini tepat 11 Kabupaten yang telah bersepakat dengan BP2MI untuk bekerja sama melindungi para pahlawan devisa negara kita," ujar Benny.



Upaya Pemkab Morowali Utara memfasilitasi persiapan pekerja migran bertujuan merespons permintaan di pasar tenaga kerja khususnya Jepang. Saat ini Jepang tengah membutuhkan pekerja seperti perawat.

Baca juga: Respons Era Ekonomi Digital, BPJamsostek Gunakan Aplikasi LinkAja

Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi mengatakan, anak muda di Morowali Utara punya potensi untuk menjawab tingginya permintaan pasar tenaga kerja seperti di Jepang, China, dan negara tujuan lainnya. Delis mengharapkan nantinya ada program pelatihan yang diberikan kepada calon pekerja secara terintegrasi.

"Setelah mereka diberikan bekal lewat pelatihan, kita harapkan mereka segara diserap di pasar tenaga kerja luar negeri," tandas mantan Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini.

Dalam rangka peningkatan kapasitas calon pekerja migran yang sebagian anak muda, akan dilakukan pelatihan secara daring. Para calom pekerja migran rencananya akan disalurkan ke sejumlah perusahaan sebagai upaya menurunkan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



Baca juga: Ribuan Pekerja Migran Asal Sulsel ke Luar Negeri Secara Ilegal

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2019 menunjukkan, jumlah angkatan kerja usia 15 tahun ke atas di Morowali Utara sebanyak 58.798 jiwa. Pengangguran terbuka total 1.895 jiwa. Adapun tingkat pengangguran 3,12%. Artinya dalam 100 penduduk usia kerja terdapat 3 yang menganggur.

Pada MoU tersebut juga disepakati bahwa BP2MI akan memfasilitasi kerja sama antara pemerintah daerah dengan lembaga pendukung penempatan yang ada di Kabupaten Morowali Utara.



(luq)

halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!