alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ratusan Dokumen Kependudukan Diterbitkan dengan Pelayanan Jempol

Eky Hendrawan
Ratusan Dokumen Kependudukan Diterbitkan dengan Pelayanan Jempol
Sejumlah siswa SMA terlihat mengantre untuk memakai layanan Disdukcapil Pemkab Bulukumba. Foto: SINDOnews/Eky Hendrawan

BULUKUMBA - Layanan jemput bola (jempol) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bulukumba menggunakan mobil onlinenya sudah berjalan selama satu pekan.

Mobil online Adminduk ini menyasar sekolah-sekolah atau ruang publik lainnya untuk melayani perekaman dan pencetakan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik bagi siswa SMA yang berusia 17 tahun.

Sekolah yang pertama disasar adalah SMA Negeri 8 Bulukumba 13 Februari lalu. Di sana, petugas berhasil melayani 21 KTP elektronik, lima kartu keluaga (KK), dan lima akta lahir.



Kemudian pada tanggal 17,18, dan 19 Februari, mobil online beroperasi di SMA Negeri 1 Bulukumba. Selama tiga hari di sekolah tersebut, petugas berhasil memberikan layanan sebanyak 177 KTP elektronik, 20 KK dan lima akta lahir.

Lalu pada sore hari 19 Februari, mobil online bergerak ke SMA Negeri 19 Bulukumba. Di sekolah yang terletak di Kecamatan Gantarang ini, petugas melayani 81 KTP elektronik, dan lima KK.

Esoknya atau Kamis 20 Februari, mobil online bergerak ke Kecamatan Rilau Ale, tepatnya di SMA Negeri 17 Bulukumba. Di sekolah itu, petugas melayani 47 KTP elektronik, 14 KK dan dua akta lahir.

Kepala Disdukcapil Bulukumba, Andi Mulyati Nur mengungkapkan, dalam pelayanan jemput bola adminduk di SMA, pihaknya juga bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat untuk melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula terkait pilkada 2020.

“Kita saling bersinergi untuk mengefektifkan kesempatan yang ada. Pihak Dukcapil melayani adminduknya, sedangkan KPU memberikan sosialisasi kepada siswa-siswi sebagai pemilih pemula yang sudah berumur 17 tahun,” beber mantan Sekwan Bulukumba ini.

Dia menambahkan, kini beberapa sekolah menengah atas lainnya sudah bersurat untuk didatangi oleh mobil online.

“Jadi sebelum petugas ke sana (sekolah), pihak sekolah harus memastikan siswanya yang sudah mencapai usia 17 tahun untuk mempersiapkan berkas pendukung lainnya seperti KK asli, fotokopi ijazah SMP, dan fotokopi akta kelahiran,” ungkapnya.

Layanan ini kata Mulyati kemudian dinamai dengan Layanan Gadis Desa atau layanan gabungan aksi di sekolah dan di desa.

“Di tanggal cantik 20 02 2020 ini, kami resmi menggunakan istilah Layanan Gadis Desa sebagai sebuah gerakan inovasi,” bebernya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria mengapresiasi layanan jemput bola, baik di sekolah maupun bagi warga penyandang disabilitas.

“Layanan mobil online ini sangat membantu para siswa oleh karena mereka tidak memiliki waktu yang luang untuk antre di kantor Dukcapil,” ungkapnya.



(man)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook